
Pemilihan Pelatih Timnas Indonesia Membutuhkan Kepedulian yang Tinggi
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan pentingnya proses pemilihan pelatih untuk tim nasional Indonesia. Ia menyatakan bahwa langkah ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan penuh pertimbangan. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers di GBK pada Jumat (24/10/2025), menjelang pencarian pelatih baru setelah dua pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, tidak lagi memimpin tim.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Shin Tae-yong dipecat oleh PSSI pada 6 Januari 2025, sementara Patrick Kluivert hanya bertahan hingga 16 Oktober 2025. Keputusan PSSI untuk tidak mengikuti FIFA Matchday bulan November menunjukkan bahwa mereka serius dalam mencari pelatih yang tepat. Proses ini dinilai sebagai langkah penting dalam mempersiapkan tim nasional untuk tampil maksimal di Piala Asia 2027.
Erick Thohir menegaskan bahwa fokus utamanya adalah memastikan tim mampu mencapai babak 16 besar di Piala Asia 2027. Jika hal tersebut tercapai, target berikutnya adalah lolos ke Piala Dunia 2030. Namun, ia juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan kemampuan pelatih, mengingat posisi Indonesia di ranking FIFA yang masih belum menguntungkan.
"Kita ada target-target untuk Piala Asia 2027, bisa tidak masuk ke babak 16 besar," ujarnya. "Karena ranking FIFA kita kan di Asia masih 20 besar, lalu bisa tidak dengan sukses itu membuka target lolos ke Piala Dunia (2030)."
Karakter Pelatih Menentukan Hasil yang Dicapai
Erick Thohir menekankan bahwa karakter pelatih yang dicari akan sangat menentukan hasil yang dicapai. Ia menjelaskan bahwa pendekatan pelatih dapat bervariasi. Ada yang mampu menjalin hubungan baik dengan pemain tetapi kurang kuat dalam taktik, dan sebaliknya.
"Tentu tidak ada pelatih sempurna," jelasnya. "Ada pelatih yang kuat di manajemen pemain tetapi secara taktikal mungkin belum, tapi dia didukung oleh tim (pelatih), itu di klub banyak."
"Ada pelatih yang kuat di taktik tetapi terkait faktor x pemain dia meminta timnya mengurus," tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa setiap pelatih memiliki kelebihan dan kelemahan yang perlu dipertimbangkan.
Evaluasi yang Dilakukan oleh PSSI
Erick Thohir menyadari bahwa PSSI masih dalam tahap belajar menghadapi tantangan yang ada. Ia berharap pelatih yang terpilih dapat berkoordinasi dengan baik dengan pemain dan federasi, sebuah aspek penting namun tidak mudah untuk dicapai.
"Proses belajar yang kita lakukan selama ini yang akan kita coba lihat pelatih apa yang bisa lebih baik," ujarnya. "Tidak hanya target pelatih dan pemain dan pelatih dan federasi," tutupnya.
Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan
Untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa langkah penting perlu dilakukan:
- Pemilihan pelatih yang tepat: Proses pemilihan harus melibatkan evaluasi mendalam terhadap kualifikasi dan pengalaman pelatih.
- Koordinasi dengan pemain dan federasi: Pelatih harus mampu bekerja sama dengan pemain dan struktur federasi untuk mencapai target bersama.
- Perbaikan ranking FIFA: Upaya untuk meningkatkan peringkat FIFA diperlukan agar Indonesia dapat lebih percaya diri dalam kompetisi internasional.
- Fokus pada Piala Asia 2027: Target utama adalah mencapai babak 16 besar, yang menjadi batu loncatan menuju Piala Dunia 2030.
Dengan langkah-langkah ini, PSSI berharap dapat membangun tim nasional yang lebih kuat dan siap menghadapi tantangan di tingkat internasional.