
Target Timnas Indonesia dalam Ranking FIFA
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa target utama dari Timnas Indonesia adalah menembus posisi 100 besar dalam ranking FIFA. Namun, hal ini akan menjadi tantangan besar mengingat beberapa faktor yang memengaruhi proses pencapaian target tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Salah satu kendala utama adalah fakta bahwa Timnas Indonesia tidak akan berpartisipasi dalam FIFA Matchday bulan November mendatang. Hal ini berarti tim tidak akan bisa mengumpulkan poin tambahan untuk meningkatkan peringkatnya di dunia internasional. Alasan utamanya adalah kekosongan posisi pelatih di skuad senior, yang membuat PSSI lebih fokus pada persiapan Timnas U22 Indonesia menjelang SEA Games 2025.
Keputusan ini dinilai sebagai langkah yang rasional, mengingat belum ada pelatih sementara yang ditunjuk untuk Timnas senior. Tanpa adanya pelatih yang jelas, PSSI merasa tidak mampu melaksanakan kompetisi resmi dengan optimal. Akibatnya, upaya untuk mencapai peringkat 100 besar FIFA terganggu secara signifikan.
Erick Thohir menegaskan bahwa pemilihan pelatih akan dilakukan secara serius dan tidak terburu-buru. Dalam konferensi pers di GBK pada Jumat (24/10/2025), ia menyampaikan bahwa pentingnya memiliki pelatih yang siap menjalankan rencana jangka panjang yang telah disusun oleh PSSI.
"Kita tidak terburu-buru menunjuk kepelatihan," ujarnya. Ia menekankan bahwa pelatih yang dipilih harus mampu membawa Timnas Indonesia menuju tujuan jangka panjang, termasuk meningkatkan kualitas permainan dan performa di tingkat internasional.
Dampak dari Absennya Timnas di FIFA Matchday
Absennya Timnas Indonesia dari FIFA Matchday bulan depan dipastikan akan berdampak pada upaya mencapai target 100 besar dalam ranking FIFA. Meski begitu, Erick Thohir berjanji bahwa PSSI akan segera menyesuaikan strategi untuk mencapai tujuan tersebut.
"Kita prioritaskan untuk FIFA Matchday ini kita ada target masuk ranking 100 FIFA," tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa PSSI akan merencanakan langkah-langkah untuk setiap jadwal FIFA Matchday yang akan datang, termasuk pada Maret, Juni, Oktober, dan November.
Namun, hingga saat ini, PSSI belum memiliki gambaran jelas mengenai identitas pelatih yang akan menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia. Erick Thohir mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan komunikasi dengan jaringan internasional untuk mencari kandidat yang tepat.
"November ini kita belum ada bayangan," tuturnya. Ia menambahkan bahwa dirinya sedang menjalani pendekatan ulang dengan berbagai stakeholder internasional.
Langkah-Langkah yang Akan Dilakukan PSSI
PSSI akan terus memperkuat hubungan dengan pelatih-pelatih ternama dari berbagai negara, dengan harapan bisa menemukan sosok yang mampu membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih baik. Selain itu, PSSI juga akan fokus pada pengembangan talenta muda, terutama melalui program-program yang berfokus pada pembinaan pemain muda seperti Timnas U22.
Dengan kombinasi strategi jangka panjang dan peningkatan kualitas pelatih, PSSI berharap bisa mencapai target 100 besar dalam ranking FIFA. Meskipun saat ini ada kendala, namun kebijakan yang diambil dianggap sebagai langkah yang wajar dan bertujuan untuk membangun fondasi yang kuat bagi masa depan sepak bola Indonesia.