Kondisi Pasokan Listrik di Aceh dan Wilayah Sumatera

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat bahwa hingga 15 Desember 2025, masih ada sebanyak 198.296 pelanggan PLN yang terdampak bencana dan mengalami pemadaman listrik. Hanya 0,88% dari total pelanggan tersebut yang tersebar di wilayah lain selain Aceh. Sebagian besar atau sekitar 99,12% pelanggan yang masih padam berada di Aceh.
Jumlah ini setara dengan 11% dari total 1,78 juta pelanggan nasional yang terdampak di tiga wilayah Sumatera. Sisanya, yaitu sebanyak 1,59 juta pelanggan, sudah dapat menikmati kembali aliran listrik.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam sidang kabinet, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah telah tersambung kembali dengan listrik. Namun, beberapa lokasi masih belum bisa dinyalakan karena kondisi yang berbahaya.
"Kabel yang melewati area tergenang berbahaya. Jika dipaksakan menyambung listrik, hal ini bisa menimbulkan korban jiwa. PLN bekerja dalam kondisi yang sangat menantang," kata Prabowo dalam siaran pers, Selasa (16/12).
Rincian Data Perkembangan Pemulihan Listrik
Aceh
- Total pelanggan terdampak: 970.954
- Pelanggan yang sudah menyala: 774.401
- Pelanggan yang masih padam: 196.553
- Jumlah desa terdampak: 6.500
- Desa yang sudah menyala: 5.961
- Desa yang masih gelap: 539
Beberapa kabupaten dengan jumlah desa terdampak terbanyak antara lain: - Aceh Tengah (147 desa) - Bener Meriah (140) - Aceh Tamiang (99) - Gayo Lues (69) - Aceh Timur (41)
Selain itu, kabupaten lain yang masih memiliki desa yang padam antara lain Aceh Utara, Bireuen, Nagan Raya, Aceh Tenggara, dan Aceh Barat.
Sumatera Utara
- Total pelanggan terdampak: 554.048
- Pelanggan yang sudah menyala: 543.346
- Pelanggan yang masih padam: 10.702
Pemulihan listrik di semua kecamatan telah dilakukan, namun hujan deras dan longsor serta jalan putus membuat tiga kabupaten belum sepenuhnya teraliri listrik. Di Tapanuli Tengah, 5 desa masih padam; di Tapanuli Utara, 4 desa masih gelap; dan 1 desa di Tapanuli Selatan masih padam.
Sumatera Barat
- Total pelanggan terdampak: 274.564
- Pelanggan yang sudah menyala: 273.804
- Pelanggan yang masih padam: 760
Akibat banjir susulan, tiga jorong/dusun kembali terendam banjir, yaitu: - Jorong Lambeh (145 pelanggan) - Jorong Batu Busuak (530 pelanggan) - Jorong Labuah (85 pelanggan)
Pasokan Listrik Aceh
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa saat ini total kapasitas pembangkit di Banda Aceh sekitar 110 megawatt (MW) dan rata-rata beban yang masuk berkisar 66 MW, meski sebagian pasokan masih berasal dari genset.
“Jaringan induk yang telah terpasang kini mencapai sekitar 80%-90%, dan diperkirakan dalam beberapa minggu semua akan kembali normal. Jika ini terjadi, aliran listrik dari Arun dan Bireuen bisa masuk secara normal,” kata Bahlil.
Dia juga menyebut bahwa sambungan antar pulau Sumatera sudah terkoneksi. Meskipun jaringan dasar terhubung, distribusi ke desa-desa masih terkendala karena kerusakan infrastruktur yang parah.
Bahlil menyampaikan bahwa banyak jalan yang sulit dilalui, tiang-tiang listrik yang roboh, dan beberapa desa masih terendam banjir. Jika listrik dipaksakan dialirkan ke area yang masih terendam, hal ini dapat menyebabkan potensi kecelakaan.
Kondisi Pasokan BBM dan Elpiji
Selain listrik, Bahlil menyampaikan kondisi pasokan bahan bakar minyak dan elpiji khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kondisi di Sumatera Barat relatif lebih baik. Di Sumatera Utara, isu utama saat ini adalah akses jalan masih terganggu sehingga diperlukan pasokan tambahan melalui jalur laut.
Di Aceh, Bahlil mengakui permasalahan energi di sana masih berat, khususnya di tiga kabupaten yang hanya dapat dijangkau melalui udara untuk memenuhi kebutuhan BBM dan LPG.
“Kami menyalurkan pasokan melalui jalur udara menggunakan helikopter dan pesawat Hercules, memanfaatkan jalan tikus, serta mengirimkan dengan rakit. Apapun yang bisa mempercepat distribusi, kami maksimalkan,” kata Bahlil.