Kembali Beroperasi, Dua Situs Tambang PT Freeport Indonesia Mulai Aktif
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa dua situs pertambangan PT Freeport Indonesia yang tidak terdampak longsoran di Grasberg Block Cave (GBC), yaitu Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan, telah kembali beroperasi. Informasi ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Kamis (13/11/2025).
“Udah-udah (beroperasi), yang DMLZ dan Big Gossan,” ujar Tri Winarno.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Rata-rata Produksi Biji 2024 sebesar 208.356 Ton

Meskipun kedua situs tambang tersebut telah kembali beroperasi, Tri menjelaskan bahwa produksi belum dimulai. Nantinya, ketika kedua tambang mulai memproduksi, hasilnya akan sepenuhnya diserap oleh smelter Freeport di Gresik, Jawa Timur.
Berdasarkan catatan PT Freeport Indonesia, rata-rata produksi bijih pada tahun 2024 mencapai 208.356 ton per hari, yang terdiri atas tembaga, emas, dan perak. GBC merupakan salah satu tambang bawah tanah utama yang dikelola Freeport, selain DMLZ dan Big Gossan.
Dalam laporan resmi Freeport, kapasitas produksi konsentrat tambang GBC tercatat sekitar 133.800 ton per hari, DMLZ sekitar 64.900 ton per hari, dan Big Gossan sekitar 8.000 ton per hari. Dengan demikian, produksi GBC menyumbang sekitar 64 persen dari total kapasitas Freeport Indonesia.
Produksi Biji dari Dua Tambang Akan Dipasok ke Gresik

Produksi bijih dari dua tambang tersebut rencananya akan dipasok ke smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Manyar, Gresik, yang sebelumnya sempat terhenti beroperasi akibat kekurangan pasokan konsentrat tembaga.
“Iya, akan dipasok ke smelter Manyar, karena memang kekurangan pasokan,” tegas Tri.
Freeport Sempat Hentikan Operasi Akibat Longsoran

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyampaikan bahwa smelter Freeport di Gresik, Jawa Timur, sempat tidak beroperasi karena tidak memperoleh pasokan konsentrat setelah terjadinya longsoran di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).
Adapun pada 8 September 2025, Freeport memberhentikan operasional tambangnya. Hal ini menyusul peristiwa longsoran lumpur bijih basah yang terjadi pada area tambang bawah tanah GBC Extraction 28–30 Panel, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Sejak kejadian itu, Freeport menghentikan sementara seluruh kegiatan operasionalnya untuk memfokuskan sumber daya dalam mengevakuasi tujuh pekerja yang terjebak di area tambang.
Freeport Fasilitasi Pekerja Papua yang Belum Nikah Secara Resmi