ESDM umumkan kuota BBM SPBU swasta pekan depan

admin.aiotrade 11 Des 2025 3 menit 16x dilihat
ESDM umumkan kuota BBM SPBU swasta pekan depan


Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa penetapan kuota impor bahan bakar minyak (BBM) bagi jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta akan segera ditetapkan dalam pekan depan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa seluruh badan usaha swasta telah mengajukan permohonan kuota impor masing-masing perusahaan. Dari total yang diajukan, terdapat lima perusahaan yang mendapatkan kuota impor BBM, yaitu Shell Indonesia, BP-AKR, Vivo, AKR, dan Exxonmobil.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Saya sedang rapat bersama tim untuk paparan terlebih dahulu di depan Pak Menteri ESDM (Bahlil Lahadalia), terkait opsi-opsi (impor dan kuotanya) seperti apa. Minggu depan kami sudah bisa dapatkan informasinya seperti apa,” ujar Laode saat ditemui di Pos Bloc, Jakarta, Rabu (11/12).

Pemerintah juga membuka peluang pemberian tambahan impor sebesar 10% dari tahun sebelumnya. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian terkait penetapan kuota tersebut.

Empat SPBU Swasta Terima Base Fuel dari Pertamina

Sejak Agustus 2025, mayoritas SPBU swasta mengalami kelangkaan pasokan BBM. Hal ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang membatasi impor bagi SPBU swasta.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membantah tudingan bahwa pemerintah menutup akses impor tambahan kepada SPBU swasta yang dikhawatirkan dapat memicu persaingan tidak sehat dengan Pertamina.

“Impor untuk 2025 kuotanya ini diberikan 110% dibanding dengan 2024. Jadi sangat tidak benar kalau kami tidak memberikan kuota impor. Tetapi untuk selebihnya silakan kolaborasi bisnis ke bisnis dengan Pertamina,” kata Bahlil di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (9/9).

Saat ini, terdapat tiga badan usaha SPBU swasta yang telah menjalin kesepakatan impor base fuel BBM dari Pertamina. BP-AKR telah meneken kesepakatan pada akhir Oktober, Vivo November, dan Shell Indonesia pada awal Desember 2025.

Base fuel merupakan bahan bakar dasar yang belum dicampur dengan zat tambahan (aditif) dan pewarna. SPBU swasta mengolah base fuel ini sesuai spesifikasi dan racikan masing-masing perusahaan, sebelum akhirnya dijual kepada masyarakat.

Berdasarkan data Pertamina Patra Niaga, berikut rincian jumlah impor untuk SPBU swasta:

  • 100 ribu barel (MB) untuk BP-AKR tahap pertama
  • 100 MB untuk Vivo Energy
  • 130 MB untuk BP-AKR tahap kedua
  • 100 MB untuk Shell Indonesia

Peran Base Fuel dalam Pasokan BBM

Base fuel menjadi solusi penting bagi SPBU swasta yang kesulitan mendapatkan pasokan BBM secara langsung dari luar negeri. Dengan adanya kerja sama dengan Pertamina, SPBU swasta dapat memperoleh bahan bakar dasar yang kemudian diproses sesuai kebutuhan pasar.

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan BBM di pasar domestik, terutama di tengah situasi ketika banyak SPBU swasta mengalami kelangkaan.

Dengan peningkatan kuota impor yang diberikan, diharapkan para pelaku usaha swasta dapat lebih stabil dalam menjalankan operasionalnya tanpa harus tergantung sepenuhnya pada pasokan dari Pertamina.

Namun, sampai saat ini, masih ada beberapa isu yang belum sepenuhnya jelas, seperti bagaimana mekanisme distribusi, batasan kuota tambahan, dan cara pengawasan agar tidak terjadi praktik monopoli atau manipulasi harga.

Pemerintah akan terus memantau perkembangan ini dan melakukan evaluasi berkala agar semua pihak dapat bekerja secara transparan dan adil.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan