
PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) sedang mempersiapkan peluncuran Reksa Dana Bursa (RDB) Syariah berbasis emas. Produk ini akan hadir sebagai ETF emas yang ditujukan untuk para investor yang ingin melakukan investasi dengan prinsip syariah dan menggunakan aset emas fisik murni.
Tujuan dan Keunggulan RDB Emas Syariah
Direktur Mandiri Investasi, Ernawan Rahmat Salimsyah menjelaskan bahwa RDB Emas Syariah dirancang memiliki underlying berupa emas fisik murni yang disimpan di Bullion Bank. Selain itu, produk ini juga memenuhi prinsip syariah sesuai dengan Fatwa DSN MUI No. 163/DSN-MUI/VII/2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Salah satu keunggulan dari RDB Emas Syariah adalah efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan. Ernawan menekankan bahwa produk ini dirancang untuk mengikuti dinamika harga emas baik secara domestik maupun global. Biaya per unit penyertaan juga dirancang kompetitif agar bisa diakses oleh banyak investor.
“RDB Emas Syariah yang akan kami luncurkan dapat menjadi solusi investasi modern dibandingkan menyimpan emas fisik. Produk ini mudah ditransaksikan, transparan, dan sangat relevan bagi investor yang mencari instrumen safe haven atau diversifikasi portofolio,” ujar Ernawan dalam keterangan resminya.
Persiapan Teknis dan Kolaborasi
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah lembaga seperti Mandiri Investasi, Mandiri Sekuritas, BSI, Pegadaian, dan Deutsche Bank telah melakukan persiapan teknis secara intensif. Proses ini mencakup finalisasi mekanisme penyediaan dan penyimpanan emas fisik, tata kelola kustodian, infrastruktur perdagangan RDB, serta memastikan kesesuaian struktur produk dengan prinsip syariah.
Seluruh proses tersebut diarahkan untuk memastikan produk siap diluncurkan segera setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK (POJK) tentang Reksa Dana Berbentuk KIK yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek dengan aset yang mendasarinya berupa emas. Saat ini, regulasi tersebut sedang dalam tahap finalisasi.
“Mandiri Investasi menargetkan peluncuran RDB Emas Syariah dilakukan sesaat setelah regulasi tersebut resmi dirilis,” kata Ernawan.
Proyeksi dan Tantangan Pasar
Mandiri Investasi optimistis bahwa produk ini akan mendapat sambutan kuat dari investor institusi maupun ritel. Produk ini juga diharapkan menjadi katalis pertumbuhan AUM perusahaan pada 2026. Hingga 4 Desember 2025, dana kelolaan konsolidasi Mandiri Investasi telah melampaui Rp 80 triliun dan diproyeksikan terus meningkat hingga akhir tahun.
Sebagai manajer investasi nasional yang menyediakan 54 produk investasi, kehadiran RDB Emas Syariah akan melengkapi portofolio RDB Mandiri Investasi. Seluruh produk tersebut telah dipasarkan melalui 43 APERD, termasuk mitra distribusi di Singapura.
Regulasi yang Mendukung
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, mengatakan bahwa penyusunan aturan tersebut sudah memasuki tahap final. Regulasi itu berada dalam lingkup pengawasan Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) OJK dan telah masuk dalam Program Legislasi (Proleg) OJK 2025.
“Rancangan POJK ETF emas ini sudah masuk Proleg tahun ini. Akhir 2025 akan terbit,” ujar Hasan saat ditemui di Bali.