Pergerakan Saham Sektor Waste to Energy Menggembirakan Investor

Pada hari Jumat, 10 Oktober 2025, sejumlah saham emiten dengan portofolio proyek waste to energy (WTE) mengalami kenaikan yang signifikan. Hal ini terjadi setelah Danantara Indonesia mengumumkan akan melakukan tender proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Kenaikan tersebut tercatat dalam intraday perdagangan pada pukul 14.36 WIB.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Saham PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA) melonjak sebesar 5,59% ke Rp302. Harga ini menunjukkan lonjakan sebesar 114,18% sejak awal tahun. Sementara itu, saham PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) naik 4,55% ke Rp1.380, atau meningkat 245,48% sejak awal tahun.
Selain itu, saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) juga meningkat sebesar 6,19% ke Rp103, atau mencerminkan kenaikan 18,39% sejak awal tahun. Meskipun saham-saham tersebut menguat cukup kuat, indeks harga saham gabungan (IHSG) justru bergerak lesu. IHSG turun sebesar 0,03% ke 8.248.
Proyek WTE yang Dikembangkan oleh Masing-Masing Perusahaan
PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA) saat ini memiliki dua proyek PSEL yang sedang dalam tahap persiapan konstruksi, yaitu di Tangerang dan Jakarta. Proyek PSEL di Jakarta ditargetkan beroperasi penuh pada 2029. Perseroan optimis bahwa proyek ini bisa menjadi kontributor kinerja keuangan dalam jangka panjang.
Sementara untuk TOBA, unit usaha pengolahan limbah sepanjang semester I/2025 telah berkontribusi atas pendapatan sebesar US$59,6 juta, dan EBITDA mencapai US$10 juta. Kinerja apik ini tak lepas dari strategi akuisisi Sembcorp Environment Pte. Ltd. pada bulan Maret 2025, yang disusul akuisisi Sembcorp Enviro Facility Pte. Ltd. pada bulan Mei 2025. Akuisisi ini memperluas kapabilitas perseroan di sektor pengolahan limbah skala regional.
Untuk proyek spesifik pembangkit listrik dari sampah (PSEL), manajemen menyatakan akan terus memantau perkembangan sektor ini. Ke depan, TOBA akan terus mengevaluasi perkembangan proyek PSEL, termasuk dari sisi pembiayaan proyek.
Sedangkan untuk BIPI, emiten penyedia jasa penambangan ini akan mulai menjalankan proyek WTE tahun depan dan memperkirakan kebutuhan investasi senilai US$300 juta sampai US$350 juta. Saat ini, perseroan sedang fokus mencari sumber pendanaan.
Dukungan Politik dan Investasi untuk Proyek WTE
Menurut Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta, harga saham emiten-emiten sektor WTE sepanjang tahun ini sudah ter-priced oleh sentimen positif proyek PSEL Danantara. Proyek WTE ini telah mendapat dukungan political will pemerintah, adanya kepastian hukum, termasuk dukungan gelontoran investasi Danantara.
Ihwal dukungan dana ini, pemesanan Obligasi Patriot atau Patriot Bonds menghimpun komitmen 46 investor sebesar Rp51,75 triliun per 19 September 2025 atau oversubscribed dibandingkan dengan target yang dibidik Danantara sebesar Rp50 triliun. Dana segar ini salah satunya akan digunakan Danantara untuk membiayai proyek PSEL.
"Sebenarnya sudah ter-priced in, tapi tinggal implementasinya yang kita harus tunggu. Karena kalau tidak ada implementasi ke depan, itu akan jadi sentimen negatif," kata Nafan.
Penutupan Perdagangan Hari Ini
Pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (10/10/2025), IHSG ditutup menguat 0,08% atau 6,92 poin ke 8.257. Sementara itu, TOBA ditutup menguat 2,65% ke Rp1.355, OASA ditutup naik 4,90% ke Rp300, dan saham BIPI naik 5,15% ke Rp102.