Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi Korban yang Terjepit di Reruntuhan

Tim SAR gabungan berhasil mendeteksi 15 titik lokasi korban yang masih terjepit di bawah reruntuhan bangunan Ponpes Al-Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, pada Rabu (1/10). Salah satu korban telah teridentifikasi berada di bawah reruntuhan dan tidak bisa bergerak.
Kasubdit RPDO (Pengarahan dan Pengendalian Operasi) Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) Basarnas, Emi Freezer, menceritakan momen dramatis saat proses evakuasi berlangsung. Menurutnya, korban yang terjepit reruntuhan memiliki kondisi tubuh yang tidak bisa digerakkan. Selain itu, lokasi korban juga sangat sulit dijangkau oleh petugas.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Untuk mengatasi hal tersebut, petugas akhirnya membuat tunnel atau terowongan kecil agar dapat menjangkau titik korban yang terjepit. Pembuatan terowongan ini bertujuan untuk memberikan ruang gerak kepada korban agar bisa segera dievakuasi.
"Saat ini di A1 ada satu korban yang masih bisa memberikan respons secara langsung dan kami sedang membuat tunnel di bawahnya untuk memberikan kesempatan pembebasan korban karena dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali karena berada di bawah himpitan Bordes," kata Emi dari posko asrama putri Ponpes Al-Khoziny, Rabu (1/10).

Emi menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati. Petugas tak ingin melakukan kesalahan yang bisa berakibat fatal dan mengubah posisi reruntuhan. Menurutnya, informasi hasil analisis dari ITS menyebutkan bahwa struktur bangunan sudah mengalami kegagalan total.
"Struktur penyangga semua totally collapse atau gagal total untuk memberikan sanggahan dan ini diintervensi sedikit saja akan mengubah pola runtuhan dan rempetannya," ungkapnya.
Petugas bahkan menggunakan alat penyelamatan khusus untuk mengevakuasi korban yang sudah tiga hari terjepit di bawah reruntuhan. Proses evakuasi ini diharapkan berlangsung cepat agar respons korban tetap stabil.
"Sehingga kami mohon izin diberikan kesempatan keleluasaan untuk bisa memaksimalkan life saving, menyelamatkan korban yang masih memberikan respons," tambahnya.
Proses Evakuasi yang Membutuhkan Kesabaran dan Keahlian
Evakuasi korban yang terjepit di bawah reruntuhan membutuhkan kesabaran dan keahlian khusus dari tim SAR. Setiap langkah yang diambil harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak memperparah situasi.
- Petugas melakukan pemeriksaan intensif terhadap setiap titik lokasi korban.
- Pemilihan alat dan teknik evakuasi disesuaikan dengan kondisi korban dan struktur bangunan.
- Komunikasi antar petugas sangat penting dalam memastikan proses berjalan lancar dan aman.
Selain itu, tim SAR juga terus berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk memastikan kebutuhan korban terpenuhi. Proses ini tidak hanya melibatkan tenaga medis, tetapi juga ahli struktur dan teknis lainnya.
Pentingnya Keselamatan dalam Evakuasi
Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap operasi evakuasi. Tidak hanya keselamatan korban, tetapi juga keselamatan petugas yang turut terlibat.
- Setiap tindakan yang diambil harus mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi.
- Petugas dilatih untuk menghadapi berbagai skenario darurat.
- Teknologi dan peralatan modern digunakan untuk meningkatkan efektivitas proses evakuasi.
Dengan pendekatan yang tepat dan kolaborasi yang baik, harapan besar ditempatkan pada keberhasilan evakuasi korban yang terjepit di bawah reruntuhan.