
Kecemasan Menghiasi Sekolah Akibat Keracunan MBG
Pada hari Rabu (1/10/2025), proses evakuasi siswa SMP Negeri 3 Banjar berlangsung secara dramatis setelah terjadi dugaan keracunan akibat mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 68 orang siswa menjadi korban dalam kejadian ini. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat dan pihak sekolah.
Program MBG merupakan inisiatif pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi secara gratis kepada kelompok rentan, seperti siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mengurangi angka malnutrisi dan stunting. Program ini juga diharapkan dapat membantu membangun fondasi kesehatan dan kesejahteraan bangsa, sekaligus mendorong ekonomi lokal dengan melibatkan UMKM dan produsen rakyat dalam rantai pasoknya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Namun, dalam praktiknya, program ini justru menimbulkan masalah serius. Insiden keracunan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, tidak lama setelah siswa menyantap menu MBG yang dibagikan oleh sekolah. Keluhan awal berupa mual dan pusing cepat berkembang menjadi sesak napas yang dialami puluhan siswa lainnya.
Para korban berasal dari berbagai tingkatan kelas, mulai dari kelas 7 hingga kelas 9. Mereka kemudian dievakuasi menggunakan 20 ambulans. Akibat kejadian ini, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut harus dihentikan sementara waktu.
Evakuasi berlangsung dramatis di tengah hujan deras. Tenaga medis, guru, dan staf sekolah tampak kewalahan menangani banyaknya siswa yang jatuh sakit. Beberapa siswa ditandu dalam kondisi lemah dan pucat, sementara suasana di sekolah diwarnai kepanikan dan tangisan.
Menurut Wakil Wali Kota Banjar, Supriana, para korban langsung dibawa ke tiga rumah sakit terdekat, yakni RSUD Banjar, RS PMC, dan RS Mitra Idaman. "Total ada 68 siswa yang dievakuasi menggunakan lebih dari 20 ambulans," ujarnya. Meski suasana mencekam, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa tidak ada siswa yang sampai pingsan. "Yang paling parah muntah, tidak ada yang sampai pingsan," katanya. Hingga berita ini ditulis, seluruh korban masih menjalani perawatan intensif dan kondisi mereka terus dipantau oleh tim medis.
Kasus Serupa Terjadi di SMKN 1 Cipatujah
Kasus keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) juga terjadi di SMKN 1 Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya hari ini, Rabu (1/10/2025). Total korbannya mencapai 33 orang.
Kasus keracunan tersebut dibenarkan Kepala Desa Padawaras, Yayan Siswandi. Ia menjelaskan, para siswa mengalami mual-mual dan muntah usai menyantap menu MBG. "Iya makan siang tadi kejadiannya," jelas Yayan. Ia menambahkan, saat ini pihaknya mengerahkan ambulan desa untuk membawa pelajar yang mengalami keracunan MBG. "Masih belum bertambah, dan pelajar disebar ke klinik dan puskesmas juga," ucap Yayan.
Lokasi dapur MBG pun tidak jauh dari sekolah yang biasanya mendapatkan pasokan MBG. "Memang SMK itu di drop dapur MBG deket pasar. Dan ambulan juga desa masih standby," ucapnya. Namun, untuk kejadiannya tidak di sekolah tapi di rumah masing-masing pelajar. Karena sudah selesai kegiatan belajar mengajar (KBM).
"Biasanya kalau ditempat lain kejadian di sekolah, kalau ini menurut informasi tidak di sekolah tapi dirumah kejadiannya," ungkap Yayan.
Berita Selanjutnya
Siswi SMK Meninggal Dunia, Sempat Alami Gejala Keracunan