Evakuasi Santri Al Khoziny Sidoarjo: 91 Orang Masih Tertimbun Reruntuhan

admin.aiotrade 01 Okt 2025 3 menit 12x dilihat
Evakuasi Santri Al Khoziny Sidoarjo: 91 Orang Masih Tertimbun Reruntuhan

Upaya Evakuasi Korban di Pondok Pesantren Al Khoziny

Upaya evakuasi terhadap korban yang masih terjebak di dalam reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, terus dilakukan. Peristiwa ini menimpa para santri yang sedang menjalani ibadah Salat Ashar dua rakaat di lantai 1 pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Bangunan tiga lantai tersebut tiba-tiba rubuh, sehingga banyak santri terjebak dalam puing-puing.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa berdasarkan data absensi santri, hingga Selasa malam (30/9), sebanyak 91 orang diduga masih tertimbun material bangunan. "Kami terus berupaya mengevakuasi diduga 91 orang yang masih terjebak di dalam. Sebanyak 332 personel dari SAR gabungan juga dikerahkan dengan metode kerja bergantian," ujar Abdul dalam keterangannya, Rabu (1/10).

Tim evakuasi yang terlibat mencakup berbagai instansi seperti BASARNAS, BPBD Jawa Timur, BPBD Sidoarjo, BPBD Nganjuk, BPBD Jombang, BPBD Surabaya, Dinas PU SDA Provinsi, Tagana Dinas Sosial, aparat TNI serta Polri. Peralatan berat seperti ekskavator telah disiagakan, namun penggunaannya sementara belum dapat dilakukan karena dikhawatirkan getaran dapat memperparah kondisi reruntuhan.

Fokus pada Evakuasi Manual

Menurut Abdul Muhari, penyelamatan kini difokuskan secara manual dengan menggali celah maupun lubang. Cara itu ditempuh untuk menjangkau serta mengevakuasi korban yang masih memiliki kemungkinan bertahan hidup. Proses ini membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian agar tidak membahayakan keselamatan korban maupun tim evakuasi.

Kronologi Singkat dan Korban yang Dievakuasi

Insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Bangunan tiga lantai tersebut ambruk saat para santri Pondok Pesantren Al Khozini sedang melakukan Salah Ashar dua rakaat di lantai 1. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam puing-puing bangunan.

Berdasarkan data sementara yang dikeluarkan Kantor Basarnas Surabaya, Selasa malam (30/9) sebanyak 100 orang santri menjadi korban tragedi ini. Baik itu evakuasi mandiri maupun evakuasi oleh Tim SAR gabungan. Dari jumlah korban tersebut, 3 orang dilaporkan meninggal dunia, 26 menjalani rawat inap, dan 1 orang dirujuk ke Mojokerto, dan 70 orang telah dipulangkan.

Para korban yang berhasil dievakuasi dilarikan ke rumah sakit terdekat. Rinciannya: RSUD Notopuro merawat 40 pasien (8 rawat inap, 2 meninggal dunia, 30 dipulangkan), RSI Siti Hajar merawat 52 pasien (11 rawat inap, 1 meninggal dunia, 1 pasien dirujuk, 39 dipulangkan). Kemudian RS Delta Surya merawat 6 pasien rawat inap, RS Sheila Medika menangani satu pasien yang telah diperbolehkan pulang, lalu RS Universitas Airlangga merawat satu pasien rawat inap.

Identitas Korban yang Meninggal Dunia

Adapun tiga santri yang dilaporkan meninggal dunia adalah:

  • Maulana Affan Ibrahimafic, 15 tahun, warga Surabaya;
  • Mochammad Mashudul Haq, 14 tahun, warga Surabaya; dan
  • Muhammad Soleh, 22 tahun, warga Bangka Belitung.

Proses evakuasi dan penanganan korban terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak guna memastikan keselamatan dan kesejahteraan para korban.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan