
Musyawarah Kerja Provinsi PMI Kalimantan Tengah 2025
Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025 digelar di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), pada Jumat, 7 November 2025. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam mengevaluasi pelaksanaan program kerja sebelumnya serta merumuskan strategi penguatan pelayanan kemanusiaan di masa depan.
Ketua PMI Provinsi Kalimantan Tengah, Drs. Nuryakin menyampaikan bahwa Mukerprov merupakan forum strategis untuk menilai sejauh mana program kerja telah terlaksana dan mencari solusi atas berbagai kendala, terutama keterbatasan anggaran. Ia menjelaskan bahwa beberapa program kerja tahun sebelumnya belum sepenuhnya dapat dilaksanakan karena efisiensi anggaran yang terbatas.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Muskerprov ini merupakan forum penting bagi kita semua untuk mengevaluasi program kerja PMI Provinsi Kalimantan Tengah yang telah dilaksanakan, serta merumuskan rencana dan strategi ke depan. Dalam perjalanan organisasi, tentu banyak dinamika dan tantangan yang kita hadapi,” ujar Nuryakin dalam sambutannya.
Pentingnya Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Nuryakin menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara PMI dengan pemerintah daerah agar program kemanusiaan dapat berjalan optimal. Menurutnya, masih ada program yang belum bisa dijalankan karena keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, ia berharap adanya kolaborasi yang lebih kuat antara PMI dan pihak-pihak terkait.
“Untuk menjalankan program kerja, perlu adanya sinergitas kuat dengan pemerintah daerah. Sebab masih ada program yang belum bisa dijalankan karena keterbatasan anggaran,” tambahnya.
Meskipun menghadapi tantangan tersebut, Nuryakin mengapresiasi komitmen tinggi PMI kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Ia menilai bahwa PMI Kabupaten/Kota terus menjalankan misi kemanusiaan di berbagai bidang, mulai dari penanganan bencana, pelayanan donor darah, hingga penguatan kapasitas relawan.
“Saya berharap forum ini menjadi wadah musyawarah yang produktif, penuh semangat kebersamaan, dan menghasilkan keputusan yang mampu memperkuat kiprah PMI di Kalimantan Tengah. Mari jadikan Mukerprov ini momentum untuk memperteguh komitmen kemanusiaan dan meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat,” tegasnya.
Apresiasi kepada Pendukung PMI
Pada kesempatan tersebut, Nuryakin juga menyampaikan apresiasi kepada Hj. Noor Fazariyah Kamayanti atas aspirasi dan dukungannya melalui dana pokok pikiran (pokir) di Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng untuk PMI. Dirinya juga berterima kasih kepada Dinas terkait dan PMI Kabupaten Kotawaringin Barat yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Tujuan dan Harapan Mukerprov
Musyawarah Kerja Provinsi PMI Kalteng 2025 diharapkan menghasilkan keputusan dan strategi baru untuk memperkuat peran PMI dalam memberikan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tanggap, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
“Saya atas nama Pengurus PMI Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada PMI Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah yang telah berkomitmen menjalankan tugas-tugas kepalangmerahan di wilayahnya masing-masing,” tutup Nuryakin.