
Evaluasi Capaian Aksi Konvergensi Penurunan Stunting di Kabupaten Tegal
Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) melaksanakan evaluasi capaian aksi konvergensi penurunan stunting pada Selasa, 4 November 2025, bertempat di Ruang Bina Loka Cipta Bappedalitbang Kabupaten Tegal. Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tersebut terselenggara dengan dukungan Tanoto Foundation melalui program pendampingan Stunting 2.0 bersama mitra pelaksana Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK).
Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Tegal, Ngadimo, menyampaikan bahwa upaya penurunan stunting yang dijalankan TP3S selama periode 2021–2024 menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Angka stunting berhasil ditekan dari 28% pada tahun 2021 menjadi 15,9% pada tahun 2024, atau telah terjadi penurunan prevalensi sebesar 12,1%.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Pencapaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor. Namun, upaya penguatan tetap diperlukan agar target penurunan stunting ke depan dapat tercapai,” ujar Ngadimo.
Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, pemerintah menargetkan prevalensi stunting nasional berada pada angka 14,4% pada tahun 2029. Adapun target dalam RPJMD Kabupaten Tegal pada tahun yang sama adalah 15%. Untuk memenuhi target tersebut, pemerintah telah menerbitkan Petunjuk Teknis Aksi Konvergensi Strategi Nasional Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting 2025–2029.
Strategi ini menitikberatkan pada pencegahan sejak dini, dengan sasaran utama yakni Remaja, Calon pengantin, Ibu hamil, Ibu menyusui hingga Balita dan baduta. Penekanan pada upaya pencegahan dilakukan karena berdasarkan evaluasi 2021–2024, intervensi penanganan pada balita yang sudah mengalami stunting hanya memberikan kontribusi keberhasilan sekitar 10%.
Melalui FGD, sejumlah rekomendasi disepakati untuk peningkatan efektivitas program, diantaranya:
- Penguatan sinergi perencanaan dan pembiayaan antar perangkat daerah
- Optimalisasi penggunaan data stunting sebagai dasar intervensi dan pengambilan kebijakan
- Peningkatan kapasitas pelaksana program di tingkat kecamatan dan desa
- Pengembangan mekanisme monitoring dan evaluasi yang terintegrasi lintas OPD
- Dukungan anggaran untuk operasional TP3S di tingkat kecamatan
- Optimalisasi penggunaan Dana Desa untuk kegiatan pencegahan stunting
- Penegasan implementasi intervensi spesifik, seperti:
- Pemberian tablet tambah darah untuk remaja dengan dukungan Dinas Pendidikan
- Pemberian PMT sesuai standar Dinas Kesehatan
Hasil diskusi dan rekomendasi tersebut selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) percepatan penurunan stunting serta Peraturan Bupati (Perbup) sebagai payung pelaksanaan di lapangan.
FGD diakhiri pada pukul 14.00 WIB dengan komitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mempertahankan dan meningkatkan capaian penurunan stunting di Kabupaten Tegal.