
Bupati Gianyar Tinjau Proyek Jalan dan Berikan Evaluasi
Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, bersama Sekda Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, dan Ketua DPRD Gianyar, I Ketut Sudarsana serta pejabat lainnya, melakukan peninjauan proyek jalan di Kecamatan Ubud dan Tampaksiring pada Sabtu, 25 Oktober 2025 pagi. Mereka berkeliling menggunakan sepeda motor untuk mengecek kondisi proyek jalan yang sedang berlangsung.
Selama peninjauan, Mahayastra didampingi oleh Kepala Dinas PUPR Gianyar dan memberikan beberapa evaluasi terhadap proyek-proyek jalan yang telah selesai. Salah satu masalah yang ditemukan adalah adanya tanaman liar yang tumbuh di jalan-jalan yang sudah selesai dikerjakan. Hal ini membuat jalan menjadi tidak rapi dan kurang terawat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Untuk mengatasi hal tersebut, Mahayastra meminta Dinas PUPR Gianyar membentuk Satgas khusus yang bertugas membersihkan dan merawat jalan. Ia menegaskan bahwa Satgas ini harus bekerja setiap hari dengan target minimal 60 kilometer per bulan. Setiap kawasan akan memiliki tujuh orang tenaga kerja yang bertanggung jawab atas kebersihan jalan. Jika gagal memenuhi target, mereka akan dikenai sanksi.
"Satgas juga diminta melaporkan jika ada jalan rusak atau permasalahan jalan agar segera ditindaklanjuti instansi terkait," ujar Mahayastra.
Ia juga meminta Dinas PUPR segera melakukan kajian kebutuhan anggaran untuk alat dan sarana pendukung Satgas ini. Targetnya, Satgas ini akan mulai bekerja pada 2 Januari 2026.
"Saya menilai budaya gotong royong dalam merawat jalan sudah hilang. Masyarakat lebih suka protes daripada ikut serta dalam perawatan jalan," ujarnya.
Selama ini, Gianyar memiliki tim pengawas yang mendapat anggaran hingga Rp 700 juta per tahun. Namun Mahayastra menilai tugas mereka tidak terlihat dan anggaran menjadi mubazir. Oleh karena itu, ia meminta agar tim pengawas ini dihapus dan fokus pada Satgas pembersih.
"Apa hasil kerja pengawas ini selama ini, saya kira tidak ada. Saya menilai satgas ini lebih efektif," tegasnya.
Masalah Konstruksi Jalan dan Solusi yang Diusulkan
Mahayastra juga menyoroti masalah konstruksi jalan yang masih memiliki kelemahan. Salah satunya adalah fondasi yang miring dan kemudian dihotmix, sehingga rentan retak. Ia meminta agar senderan dibuat dari siklub, bukan batu, untuk mencegah praktik tidak etis yang bisa menyebabkan kerusakan jalan.
"Saya paling anti sama senderan dari batu, karena mudah dipermainkan rekanan. Dari luar terlihat kokoh, tapi di dalamnya kopong, dilindas kendaraan langsung jeblos. Sejak saya jadi Ketua DPRD Gianyar sudah melihat praktik nakal di sini, makanya setiap senderan menggunakan batu agar diganti menggunakan siklub," tegasnya.
Penanganan Bangunan di Atas Saluran Drainase
Selama monitoring di sejumlah desa, Mahayastra menemukan beberapa fondasi bangunan yang berada di atas saluran drainase. Salah satunya berada di Desa Petulu, Ubud. Ia meminta agar rekanan membongkar bangunan tersebut. Beruntung, masyarakat pemilik bangunan menyetujui hal tersebut.
"Bangunan yang ada di atas trotoar dibongkar, agar tidak menyebabkan banjir yang juga malah akan merusak jalan. Beruntung masyarakat pemilik bangunan menyetujui, sehingga pembongkaran bisa dilakukan tanpa protes," tegasnya.
Evaluasi Pohon Perindang Jalan
Evaluasi juga dilakukan terhadap pohon-pohon perindang jalan. Mahayastra memastikan bahwa semua pohon perindang di jalan Kabupaten Gianyar akan dievaluasi. Banyak pohon yang menonjol ke jalan, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.
"Akan ada banyak pohon perindang yang ditebang, terutama yang di kawasan tersebut sudah hijau. Ke depan, tidak ada lagi penanaman pohon di sisi jalan, pandangan jalan harus bersih agar laju kendaraan tidak terganggu. Dan, di tahun 2027 tidak ada lagi jalan rusak di Gianyar," tegasnya.