
Mantan Pemain Timnas Indonesia Evan Dimas Darmono Kini Fokus pada Pendidikan Sepak Bola
Evan Dimas Darmono, mantan gelandang Tim Nasional Indonesia, kini tengah menjadi perhatian banyak pihak setelah resmi mengakhiri karier sepak bolanya di usia yang masih muda, yaitu 30 tahun. Setelah pensiun, ia memilih untuk fokus pada pengembangan bakat muda melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) yang ia kelola.
Mengajar Anak-anak di SSB Saraswati Nusantara
Sejak dulu, Evan Dimas sudah aktif dalam mendidik anak-anak di Sanggar Saraswati Nusantara, sebuah sekolah sepak bola di Desa Mojoharu, Kecamatan Gondang, Tulungagung, Jawa Timur. Ia mengaku bahwa selama tiga tahun terakhir, ia lebih fokus pada pendidikan dan pembentukan karakter anak-anak, bukan hanya berlatih teknik sepak bola semata.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Saya mengajar dasar-dasar sepak bola, tetapi juga memberikan ilmu pengetahuan dan seni kemakmuran kebijaksanaan," ujarnya. Konsep ini dinilai unik karena menggabungkan olahraga dengan pendidikan moral dan intelektual.
Membentuk Karakter Sejak Dini
Evan menekankan bahwa untuk menjadi pemain sepak bola yang sukses, anak-anak tidak cukup hanya memiliki keterampilan bermain bola, tetapi juga harus memiliki disiplin tinggi. Ia menjelaskan bahwa konsep yang diterapkan di Sanggar Saraswati mencakup tiga hal utama: ilmu pengetahuan, seni, dan kemakmuran kebijaksanaan.
"Kami tidak hanya melatih mereka, tapi juga mendidik agar memiliki karakter sejak dini," katanya. "Sepak bola bukan hanya tentang menendang dan menang, tapi juga disiplin latihan, bermain indah, dan sportif."
Latihan Gratis untuk 75 Anak
Setiap harinya, Evan mengajar sebanyak 75 anak di SSB Saraswati secara gratis. Menurutnya, menjadi pelatih bukan hanya profesi, tetapi juga bentuk kontribusi nyata terhadap masa depan sepak bola Indonesia.
Pengalaman dan jam terbang tinggi yang dimilikinya saat bermain di klub Liga Spanyol Espanyol B hingga Selangor FC ditularkan kepada anak-anak sebagai motivasi dan inspirasi.
"Saya percaya bahwa segala sesuatu bukan hanya tentang uang, tapi juga tentang teman baru, lingkungan baru, dan rezeki," ujarnya. "Saya ingin ilmu yang saya dapatkan bisa bermanfaat bagi adek-adek ke depan, bukan hanya menjadi pesepak bola, tapi juga menjadi manusia yang baik."
Rencana Masa Depan untuk Sanggar Saraswati
Evan memiliki rencana besar untuk membangun Sanggar Saraswati dengan menekankan disiplin dan tanggung jawab bagi anak-anak Tulungagung. Dalam waktu dekat, ia akan menerapkan iuran bulanan demi memberi rasa tanggung jawab kepada peserta SSB.
Tujuannya adalah untuk memacu perkembangan pemain muda hingga mampu menembus level nasional maupun internasional.
"Intinya, saya ingin berbagi ilmu dan menjadi contoh, baik di luar maupun di dalam lapangan," ujarnya. "Yang penting, mereka memiliki kedisiplinan sejak dini."
Pembelajaran Penting untuk Anak-Anak
Evan juga menyampaikan bahwa banyak pengalaman penting yang harus dipelajari oleh anak-anak, seperti operan yang bagus, pemahaman posisi, kerja sama tim, dan manajemen waktu. Semua hal ini harus ditanamkan sejak dini.
"