
Penjelasan Ketua Dewan GTK Mengenai Usulan Pahlawan Nasional
Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) RI Fadli Zon memberikan penjelasan terkait usulan nama-nama tokoh yang diusulkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Menurutnya, seluruh tokoh yang diajukan telah memenuhi kriteria yang ditentukan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pernyataan ini disampaikan Fadli Zon sebagai tanggapan atas munculnya pro dan kontra terkait usulan nama Soeharto menjadi pahlawan nasional. Ia menegaskan bahwa semua nama yang diajukan dari Kemensos telah memenuhi syarat secara kriteria.
"Semua yang diusulkan dari Kementerian Sosial itu secara kriteria sudah memenuhi syarat semua, secara kriteria," ujar Fadli saat berada di Kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Meski demikian, Fadli menjelaskan bahwa Dewan GTK masih akan melakukan pembahasan lanjutan sebelum menyerahkan sejumlah nama kepada Presiden Prabowo Subianto untuk diputuskan.
"Jadi kalau soal memenuhi syarat sih, memenuhi syarat. Saya tidak mau mendahului, semuanya itu, nanti ada prosesnya," tutur politikus Gerindra tersebut.
Fadli menyampaikan bahwa pengumuman gelar pahlawan nasional dijadwalkan bertepatan dengan Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November.
"Kurang lebih, karena ini dalam rangka Hari Pahlawan," ujar Fadli.
Proses Penentuan Calon Pahlawan Nasional
Proses penentuan calon pahlawan nasional melalui proses panjang. Sebanyak 40 nama yang diusulkan Kemensos merupakan hasil usulan masyarakat dari berbagai daerah, mulai tingkat kabupaten/kota.
Setelah itu, nama-nama tersebut dibahas di tingkat provinsi, kemudian diproses di Kementerian Sosial sebelum diajukan ke Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK). Dari sana, Dewan GTK akan menyeleksi dan mengajukan sejumlah nama kepada Presiden Prabowo Subianto untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
"Ada diskusi dengan publik, dengan akademisi, ada seminar-seminarnya, baru kemudian ke TP2GP, tim peneliti yang ada di Kementerian Sosial, baru dikirimkan kepada Dewan Gelar Tanda Jasa, Tanda Kehormatan," ucap Fadli.
Daftar Nama Tokoh yang Diusulkan
Sebelumnya diberitakan, ada 40 nama tokoh yang diusulkan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul untuk mendapat gelar pahlawan nasional kepada Fadli Zon pada Selasa (21/10/2025) lalu. Dari 40 nama tokoh yang diusulkan menjadi pahlawan nasional, di antaranya ada Soeharto hingga Marsinah.
"Usulan ini berupa nama-nama yang telah dibahas selama beberapa tahun terakhir. Ada yang memenuhi syarat sejak lima atau enam tahun lalu, dan ada pula yang baru diputuskan tahun ini. Di antaranya Presiden Soeharto, Presiden Abdurrahman Wahid, dan juga Marsinah," tutur Gus Ipul.
Berbagai Tokoh yang Diusulkan
Beberapa tokoh yang diusulkan termasuk dua mantan presiden RI, yaitu Soeharto dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta aktivis buruh Marsinah. Nama-nama lainnya juga berasal dari berbagai bidang, seperti seniman, ilmuwan, dan tokoh masyarakat yang berkontribusi besar bagi bangsa.
Dalam proses penilaian, setiap nama yang diajukan harus melalui evaluasi yang ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa hanya mereka yang benar-benar layak mendapatkan gelar pahlawan nasional.
Proses Evaluasi yang Komprehensif
Evaluasi dilakukan melalui berbagai tahapan, termasuk diskusi dengan publik dan akademisi. Seminar-seminar juga diadakan untuk memperluas wawasan dan perspektif dalam menilai kelayakan tiap tokoh. Setelah itu, tim peneliti dari Kementerian Sosial melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengirimkan usulan ke Dewan GTK.
Proses ini bertujuan agar keputusan yang diambil dapat mencerminkan kepentingan bangsa secara keseluruhan dan memberikan penghargaan yang layak bagi para tokoh yang telah berjasa.
Jadwal Pengumuman
Pengumuman resmi mengenai penerima gelar pahlawan nasional direncanakan akan dilakukan bersamaan dengan perayaan Hari Pahlawan setiap 10 November. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan penghormatan yang layak kepada para tokoh yang dianggap memiliki kontribusi signifikan bagi negara.
Selain itu, pengumuman ini juga bertujuan untuk memperingatkan masyarakat akan pentingnya perjuangan dan pengorbanan para pahlawan masa lalu.