
Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri Mengungkap Alasan Kekalahan di Final French Open 2025
Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri kembali menderita kekalahan dari pasangan ganda terbaik dunia, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, dalam final French Open 2025. Ini merupakan kekalahan ketiga mereka dari pasangan asal Korea Selatan tersebut dalam beberapa turnamen terakhir.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pertandingan yang berlangsung di Glaz Arena, Cesson-Sevigne, Prancis, pada Minggu (26/12/2025), berjalan dengan dramatis. Fajar/Fikri sempat memperoleh gim pertama dengan skor 21-10. Namun, Kim/Seo berhasil bangkit dan menguasai dua gim berikutnya dengan skor 13-21 dan 12-21.
Ini bukan pertama kalinya Fajar/Fikri kalah dari Kim/Seo. Sebelumnya, mereka juga gagal meraih kemenangan di China Masters dan Korea Open 2025. Meski demikian, Fajar Alfian tetap bersyukur bisa mencapai final ketiganya bersama Fikri.
Faktor Kekalahan yang Diungkap Fajar Alfian
Fajar Alfian menjelaskan bahwa kekalahan di final French Open 2025 disebabkan oleh permainan Kim/Seo yang sangat mengganggu. Ia menyatakan bahwa lawan berhasil mengubah pola permainan di gim kedua dan ketiga sehingga membuat mereka terpancing.
"Di gim pertama, pertandingan berjalan lancar, tapi di gim kedua dan ketiga, lawan mengubah pola permainan jadi kami terpancing dengan pola mereka," ujar Fajar.
Ia menambahkan bahwa Kim/Seo memiliki pertahanan yang sangat rapat. Mereka sengaja membiarkan Fajar/Fikri menyerang, lalu mencari kesempatan untuk menyerang balik.
Pengalaman Berharga dari Pertandingan
Sementara itu, Muhammad Shohibul Fikri mengakui bahwa Kim/Seo tampil sangat solid dalam pertandingan ini. Ia mengatakan bahwa ini pertama kalinya ia bermain rubber game melawan pasangan Korea tersebut.
"Ini pertama kali kami bermain rubber game melawan mereka jadi dari segi strategi banyak yang berubah di setiap momennya," ujarnya.
Fikri juga menyebutkan bahwa pertandingan ini memberikan pelajaran berharga bagi dirinya dan Fajar. Ia berharap dapat mengatasi Kim/Seo di pertemuan selanjutnya.
Persiapan untuk Turnamen Berikutnya
Meski gagal meraih gelar, Fajar Alfian tetap bersyukur atas hasil yang diraih. Sejauh ini, Fajar/Fikri baru sekali menang atas Kim/Seo di China Open 2025. Di turnamen tersebut pula, mereka berhasil meraih gelar juara perdananya sejak dipasangkan pada Juli lalu.
Kini, Fajar/Fikri akan bersiap menghadapi Hylo Open 2025 di Jerman. Menurut drawing sementara, mereka akan bertemu dengan ganda Malaysia, Nur Mohd Azriyn Ayum Azryin/Tan Wee Kiong, pada babak 32 besar.
Absennya Kim/Seo di turnamen ini membuka peluang bagi Fajar/Fikri untuk meraih gelar keduanya di turnamen super 500 tersebut.
Persiapan Fisik dan Strategi
Fajar Alfian menyatakan bahwa persiapan untuk Hylo Open 2025 tidak akan mudah. Kondisi fisik mereka sudah mulai terkuras, tetapi ia berkomitmen untuk menjaga performa dengan baik.
"Pastinya tidak mudah karena kondisi fisik sudah mulai terkuras tetapi saya terutama harus pintar-pintar me-maintainnya," tutur Fajar.
Dengan pengalaman dari pertandingan sebelumnya, Fajar/Fikri berharap bisa tampil lebih baik dan meraih hasil yang lebih baik di Hylo Open 2025.