Fakta Kebakaran Gedung Terra Drone: 22 Orang Tewas

admin.aiotrade 10 Des 2025 4 menit 30x dilihat
Fakta Kebakaran Gedung Terra Drone: 22 Orang Tewas


Kebakaran yang terjadi di Gedung Terra Drone, yang berada di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12) siang, menjadi peristiwa tragis yang menewaskan 22 orang. Korban terdiri dari tujuh pria dan 15 wanita, dengan seluruh jenazah segera dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Peristiwa ini memicu investigasi mendalam oleh pihak berwajib untuk mencari tahu penyebab pasti kebakaran tersebut.

Penyebab Diduga Baterai Drone Meledak

Menurut informasi yang diberikan oleh Polres Metro Jakarta Pusat, kebakaran diduga berasal dari baterai drone yang menyala lalu terbakar. Meski demikian, penyebab pasti masih dalam penelitian lebih lanjut oleh tim laboratorium forensik.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Berdasarkan keterangan sementara, kebakaran dipicu oleh baterai drone yang terbakar. Namun, penyebab pasti mengapa baterai tersebut menyala masih disimpan oleh tim laboratorium forensik,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, kepada wartawan.

Selain itu, penyidik juga akan menelusuri kemungkinan adanya ketidakpastian dalam peristiwa yang merenggut 22 nyawa tersebut. Polisi akan memeriksa berbagai saksi, termasuk pemilik usaha maupun pemilik gedung, untuk mendapatkan keterangan lebih lengkap.

Fakta Terkait Kebakaran Gedung Terra Drone

1. Korban Selamat Dievakuasi Lewat Rooftop

Susatyo menjelaskan bahwa para korban selamat berhasil dievakuasi melalui area rooftop bangunan. Ia menduga para korban yang meninggal sudah dalam kondisi lemah sehingga tidak mampu mencapai rooftop untuk menyelamatkan diri.

Menurutnya, banyak korban ditemukan di lantai tiga hingga lantai lima. Mereka meninggal karena kehabisan napas setelah terlalu banyak terpapar asap. “Sebagian besar korban selamat berhasil dievakuasi lewat atap bangunan. Mereka naik ke rooftop lalu melintasi gedung di sebelahnya. Itulah yang membuat mereka bisa menyelamatkan diri,” jelasnya.

2. Sempat Dipadamkan Pakai APAR

Susatyo menjelaskan bahwa kebakaran yang dipicu oleh baterai drone bermula dari lantai 1 gedung. Upaya pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sempat dilakukan, namun tidak berhasil mengendalikan api. Akibatnya, asap dari kebakaran tersebut menyebar ke lantai-lantai lainnya. Diduga, penyebaran asap inilah yang membuat banyak korban kehilangan nyawa karena sesak nafas.

“Menurut keterangan para saksi, titik awal kebakaran berada di lantai satu. Api tetap tidak dapat dipadamkan meskipun sudah dicoba dengan beberapa APAR,” ujar Susatyo.

3. Ada Suara Ledakan Sebelum Api Muncul

Rian, petugas keamanan yang menjadi saksi mata, mengatakan bahwa ia sempat mendengar suara ledakan keras tepat sebelum kebakaran terjadi. Tidak lama setelah suara tersebut terdengar, api mulai membesar. Menurutnya, kobaran api awalnya kecil, namun dengan cepat menyambar berbagai barang di sekitarnya.

“Ledakannya keras,” ujar Rian di lokasi kejadian. Ia menduga titik awal kebakaran berada di lantai 1 sebelum api menyebar melalui tumpukan benda di sekitar area tersebut. “Yang terbakar itu kardus-kardus, jadi apinya cepat membesar dan asapnya sangat banyak,” kata Rian.

4. Hanya Ada Satu Pintu untuk Keluar Masuk Gedung

Tim Puslabfor Bareskrim Polri turut memaparkan temuan awal setelah melakukan olah TKP. Dari hasil sementara, diketahui gedung tersebut hanya memiliki satu pintu sebagai akses masuk dan keluar.

“Kalau teman-teman perhatikan sejak siang tadi, memang aksesnya cuma satu,” ujar Kabid Fiskomfor Puslabfor Bareskrim Polri, Kombes Romylus Tamtelahitu. Romylus juga menyampaikan bahwa tim akan menyelidiki lebih jauh terkait kondisi tangga gedung yang diduga berukuran sempit. Hal ini disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang menyulitkan upaya penyelamatan korban.

5. Baru 3 Jenazah Korban yang Teridentifikasi

RS Polri Kramat Jati telah mengidentifikasi tiga dari 22 korban meninggal dalam insiden kebakaran gedung Terra Drone. Karumkit RS Polri, Brigjen Prima Heru, menjelaskan bahwa identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan sidik jari, rekam medis, rekam gigi, serta barang-barang pribadi milik para korban.

“Pada malam ini kami telah mengadakan sidang rekonsiliasi untuk menetapkan identitas korban, dan memutuskan bahwa tiga jenazah telah berhasil teridentifikasi,” ujarnya kepada media pada Selasa malam.

Korban ketiga yang telah teridentifikasi yaitu Rufaidha Lathiifunnisa (22), Novia Nurwana (28), dan Yoga Valdier Yaseer (28). Prima menambahkan bahwa pihaknya tidak melakukan otopsi, melainkan hanya pemeriksaan bagian luar tubuh. Dari hasil pemeriksaan tersebut, para korban diduga meninggal akibat paparan gas karbondioksida yang muncul dari kebakaran di lantai 1 gedung.

Kebakaran di Gedung Terra Drone menjadi peristiwa tragis yang menyoroti pentingnya standar keselamatan bangunan dan penanganan risiko kebakaran. Penyebab awal mengarah pada baterai drone yang terbakar sebagai pemicu kobaran api, sementara keterbatasan akses bantuan serta cepatnya penyebaran asap diduga berkontribusi pada banyaknya korban jiwa.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan