Fakta Mengejutkan di Balik Ledakan SMA 72 Jakarta: Senapan Bertulisan Welcome to Hell dan Nama Teror

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Fakta Mengejutkan di Balik Ledakan SMA 72 Jakarta: Senapan Bertulisan Welcome to Hell dan Nama Teror

Penemuan Mencengangkan di Lokasi Ledakan SMA Negeri 72 Jakarta

Pada Jumat (7/11), sebuah ledakan terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, yang menimbulkan luka pada 54 orang. Dari lokasi kejadian, penyidik menemukan barang bukti yang sangat mencengangkan, termasuk senapan serbu SS2-V4 buatan PT Pindad dengan tulisan "Welcome To Hell" dan dua nama yang mengingatkan dunia pada tragedi berdarah: Alexandre Bissonnette dan Brenton Tarrant.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kedua nama tersebut bukanlah sembarang nama. Mereka adalah pelaku penembakan brutal di rumah ibadah Muslim di Kanada dan Selandia Baru, yang menjadi simbol kejahatan ekstrem berbasis kebencian ras dan agama dalam satu dekade terakhir. Temuan ini memicu pertanyaan besar apakah pelaku ledakan di SMA 72 terpapar ideologi serupa atau hanya meniru simbol-simbol terorisme global.

Alexandre Bissonnette: Penyerang Masjid di Kanada

Alexandre Bissonnette adalah pelaku serangan terhadap Pusat Kebudayaan Islam Kota Quebec, Kanada, pada 29 Januari 2017. Dalam serangan yang terjadi saat salat Isya itu, Bissonnette menembaki jemaah dengan pistol Glock 9 mm dan senapan semiautomatik, menewaskan enam orang dan melukai lebih dari 15 lainnya.

Penyelidikan menunjukkan bahwa Bissonnette memiliki pandangan sayap kanan, anti-imigran, dan anti-Muslim. Ia juga kerap mengakses forum daring yang menyebarkan ide kebencian dan supremasi kulit putih. Akibat perbuatannya, ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat selama 40 tahun. Kasus ini menjadi titik balik bagi Kanada dalam memperketat undang-undang terkait ujaran kebencian dan kepemilikan senjata api.

Brenton Tarrant: Pelaku Pembantaian di Christchurch, Selandia Baru

Nama kedua yang tertulis di SS2-V4 adalah Brenton Tarrant, pelaku serangan teroris paling mematikan dalam sejarah Selandia Baru. Pada 15 Maret 2019, Tarrant menyerang dua masjid di Christchurch, Masjid Al Noor dan Linwood, saat salat Jumat berlangsung. Ia menembak membabi buta menggunakan senjata semiotomatis yang dilengkapi kamera, dan menyiarkan aksinya secara langsung di media sosial.

Serangan itu menewaskan 51 jemaah dan melukai 89 lainnya. Dalam manifes 74 halamannya yang berjudul The Great Replacement, Tarrant mengaku terinspirasi oleh ideologi supremasi kulit putih dan teori konspirasi bahwa "kulit putih sedang tergantikan oleh imigran". Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat, dan kasus ini mengguncang dunia, mendorong reformasi besar dalam undang-undang senjata api Selandia Baru.

Tulisan nama kedua teroris ini pada senapan serbu SS2-V4 yang ditemukan di lokasi ledakan SMA 72 menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat. Bahkan netizen di media sosial ramai membahas hal tersebut hingga di platform X, topik terkait SMA 72 menjadi pemuncak trending.

Simbol-Simbol Terorisme Global

Selain kedua nama itu, terdapat pula tulisan "Agartha" dan frasa "natural selection", istilah yang kerap muncul dalam lingkaran subkultur daring ekstrem yang memuja kekerasan sebagai bentuk seleksi alam. Hal ini menunjukkan potensi adanya keterkaitan dengan gerakan ekstrem kanan global.

SS2-V4, Senjata Militer yang Tak Beredar di Kalangan Sipil

Senjata yang ditemukan di lokasi bukan jenis yang beredar bebas. SS2-V4 adalah varian senapan serbu standar militer yang diproduksi PT Pindad untuk TNI dan Polri, menggunakan amunisi 5,56×45 mm NATO. Dirancang dengan sistem gas-operated rotating bolt, senapan ini memiliki mode tembak semi dan otomatis, dengan akurasi tinggi dan kemampuan adaptif untuk berbagai kondisi operasi.

Temuan SS2-V4 di lokasi sipil seperti SMA 72 menjadi indikasi kuat adanya jalur perolehan ilegal atau penyalahgunaan senjata dinas, yang kini tengah ditelusuri oleh Detasemen Khusus 88 dan Laboratorium Forensik Polri.

Sementara itu, pelaku ledakan yang diduga siswa berinisial FN masih dalam pemeriksaan intensif. Polisi juga memeriksa riwayat digital, aktivitas media sosial, dan forum daring yang diakses pelaku untuk mencari potensi keterkaitan dengan gerakan ekstrem kanan global.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan