Fakta Mengejutkan Siswa FN yang Meledakkan SMAN 72 Jakarta, Tulis Pesan dengan Darah Sendiri, Sebut

admin.aiotrade 12 Nov 2025 4 menit 19x dilihat
Fakta Mengejutkan Siswa FN yang Meledakkan SMAN 72 Jakarta, Tulis Pesan dengan Darah Sendiri, Sebut
Fakta Mengejutkan Siswa FN yang Meledakkan SMAN 72 Jakarta, Tulis Pesan dengan Darah Sendiri, Sebut Kematian

Fakta Baru Mengenai Siswa FN Terduga Pelaku Peledakan SMAN 72 Jakarta

Dalam kasus peledakan di SMAN 72 Jakarta yang terjadi pada Jumat (7/11/2025), muncul fakta baru mengenai siswa FN, yang kini menjadi terduga pelaku. Salah satu hal yang mengejutkan adalah bahwa FN sempat menulis pesan menggunakan darahnya sendiri sebelum aksi tersebut terjadi.

Pesan itu ditemukan di secarik kertas yang ditulis dengan darah dan ditemukan tidak jauh dari tubuh FN yang bersimbah darah setelah ledakan terjadi. Pesan tersebut hanya berisi satu kata, yaitu "DIE", yang ditulis dalam huruf besar dan berwarna merah. Menurut pengakuan polisi, tulisan tersebut diduga dibuat oleh FN sebelum ia menyalakan bom rakitan yang ditempatkan di dekat kepalanya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

FN, yang kini memiliki status Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH), diduga sengaja memicu ledakan dengan bom sumbu yang dirakit sendiri. Ledakan ini menyebabkan luka serius pada bagian kepala FN hingga harus menjalani operasi di rumah sakit. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa ledakan ketiga yang terjadi di area bank sampah sekolah berasal dari bom rakitan yang dibuat oleh FN sendiri.

“Ledakan kedua, di lokasi tempat yang bersangkutan ditemukan luka, menggunakan sumbu. Sehingga mengakibatkan luka di bagian kepala yang bersangkutan,” ujar Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/11/2025).

Sebelum ledakan ketiga terjadi, dua bom remote telah meledak di area masjid sekolah saat Salat Jumat berlangsung. Tak lama kemudian, ledakan ketiga terdengar dari arah bank sampah, tempat FN ditemukan dalam kondisi tak berdaya. Di sekitar tubuhnya, polisi menemukan senjata mainan laras panjang, pistol, beberapa bom rakitan yang belum sempat diledakkan, serta secarik kertas berlumur darah.

Sampai saat ini, motif pasti dari tindakan FN masih dalam penyelidikan. “Kami masih melakukan pendalaman terkait maksud yang bersangkutan melakukan itu. Saat ini kami kedepankan pemulihan kesehatan dan psikologisnya,” jelas Iman.

FN kini tengah menjalani perawatan intensif usai operasi di bagian kepala. Tim penyidik juga menurunkan psikolog untuk melakukan asesmen kondisi kejiwaan serta menggali kemungkinan motif di balik aksinya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, Tim Densus 88 Antiteror Polri menemukan total tujuh bom rakitan di lingkungan sekolah. Dua di antaranya meledak di masjid, satu di area baca, dan empat lainnya di sekitar bank sampah. “Semua bom dirakit sendiri. Pelaku mempelajari cara merakitnya dari internet,” ungkap Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana.

Meski belum ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain, penyidik tetap menelusuri potensi adanya pengaruh dari jejaring digital ekstremisme yang bisa mendorong aksi tersebut.

Curhatan Siswa FN

Disisi lain, curhatan siswa FN terduga pelaku peledak SMA 72 bocor. Curhatan tersebut berisi perasaan ketidaksukaannya terhadap sesuatu. Isi curhat terduga pelaku terkuak saat pihak kepolisian melakukan pemeriksaan di kelas.

FN dikenal sebagai sosok yang jarang bergaul dan lebih sering menyendiri. Salah satu siswa SMAN 72 Jakarta, Z, juga menyebut bahwa FN kerap menyendiri di sekolah. “Katanya dari kelas XI dia selalu menyendiri,” kata Z.

Siswa lain di SMAN 72 Jakarta juga mendengar kabar terduga pelaku kerap dirundung (di-bully). Namun yang janggal, korban ledakan kebanyakan adalah adik kelas FN. Teman seangkatannya justru banyak yang tidak masuk karena sedang mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).

"Aneh, karena korban-korbannya tidak bersalah terhadap terduga pelaku. Tidak ada kaitannya," ungkap dia.

Tak hanya di sekolah, FN juga tertutup di kalangan tempat tinggalnya. Ia disebut tak pernah bersosialisasi dengan tetangga. Berdasarkan kesaksian ketua RT Danny Rumonfor, terduga pelaku lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Ia juga menjelaskan remaja tersebut tidak pernah bergaul di lingkungannya.

Dikenal tertutup, curhatan FN tentang kondisinya pun terungkap. FN sempat mengurai curhatan di kelas sebelum ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi. Namun, FN tak bercerita dengan teman sekelasnya. Curhatan itu ia sampaikan lewat gambar dan tulisan.

Dari hasil pemeriksaan polisi, gambar dan tulisan FN mengarah pada ketidaksukaannya pada sesuatu. Namun, rasa ketidaksukaan itu tak bisa ia sampaikan secara frontal. Sehingga ia menyampaikannya lewat tulisan dan gambaran.

"Ada wujud rasa ketidaksukaan, rasa menyampaikan, tetapi tidak secara frontal. Menyampaikan dengan tulisan, gambaran-gambaran," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Bhudi Hermanto.

Hanya saja, Budhi tak merinci isi curhatan terduga pelaku. Ia malah mengimbau ke pihak sekolah untuk lebih peka terhadap kondisi para siswa buntut kejadian itu.

"Apabila kita cepat dan tanggap mungkin kita bisa memitigasi, mengeliminir kejadian yang lebih besar," jelasnya.

Meski tak dirinci pihak kepolisian, beredar di media sosial tulisan-tulisan aneh FN di meja kelasnya. Di mejanya, ia menulis menggunakan spidol nama-nama pelaku penembakan di luar negeri. Ia juga membuat tulisan "manusia hama" dan "natural born killer".

Teman sekolahnya pun membenarkan, FN kerap membuat gambar yang tak lazim. "Sering buat gambar-gambar, foto-foto yang kayak tentang berdarah, teroris, bendera amerika. Gambar-gambar yang berdarah gitu. Sering nonton tembak-tembakan gitu," tuturnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan