Fakta Pelaku Peledakan Masjid SMAN 72: Korban Bully, Dulu Ceria, Suka Video Ini

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Fakta Pelaku Peledakan Masjid SMAN 72: Korban Bully, Dulu Ceria, Suka Video Ini

Fakta-Fakta Siswa yang Jadi Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Peristiwa ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta membuat publik heboh. Banyak siswa yang menjadi korban dan harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gangguan pendengaran. Pelaku peledakan tersebut diketahui masih berusia 17 tahun dan merupakan seorang siswa di sekolah tersebut.

Kapolri Listyo Sigit baru-baru ini membocorkan sosok pelaku peledakan itu. Menurutnya, terduga pelaku merupakan siswa dari SMAN 72 Jakarta. Namun, informasi lebih lanjut tentang identitas pelaku belum sepenuhnya terungkap.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dulu Ceria, Kini Pendiam

Beberapa siswa SMAN 72 yang datang ke Rumah Sakit (RS) Islam Cempaka Putih pada Jumat malam memberikan informasi terkait peristiwa tersebut. Tiga orang siswa, yaitu K (17), R (16), dan M (17), sedang menjenguk teman-teman mereka yang menjadi korban ledakan di sekolah.

K mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya menduga pelaku adalah siswa yang fotonya tersebar sedang berada di dekat senjata usai peristiwa ledakan terjadi. Dugaan itu karena siswa tersebut satu-satunya yang berada di dekat senjata. Meski begitu, ketiga siswa enggan mengungkap nama siswa yang dimaksud.

Menurut K, terduga pelaku merupakan siswa kelas XII IPS. Ia mengenal siswa tersebut sejak TK dan menyebutnya lebih tua satu tahun di atas dirinya. Saat masih kecil, siswa tersebut cukup ceria dan sering bermain bersama. Namun, ketika sudah dewasa, siswa tersebut dikenal pendiam.

Meski begitu, K masih sering bertegur sapa dengan siswa tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa kakak kelasnya pernah bertanya kepadanya soal puncak peringatan Bulan Bahasa. Kebetulan, K memang bertugas sebagai pembawa acara tersebut pada 10 November 2025.

"Kakak kelas saya nanya dua kali soal puncak bulan bahasa itu kapan kepada saya. Saat ditanya saya pun tak berpikir apa-apa. Cuma memberitahu kapan tanggalnya," ujar K.

Korban Bully

Sementara itu, menurut siswa lain, R (16), mengaku sempat beberapa kali mendengar kabar bahwa terduga pelaku sering menerima perundungan (bully) dari kawan-kawan sekelasnya. "Selama ini dengar kalau dia pernah di-bully. Dia juga terkenal pendiam. Dia sering di kelas aja," kata Raka.

Namun, akhir-akhir ini, R tidak tahu apakah siswa tersebut kena bully lagi atau tidak. Ia juga menyebutkan bahwa terduga pelaku memiliki kebiasaan menonton video gore. Video gore merupakan genre video yang menampilkan kekerasan fisik.

"Dia suka nonton video gore kalau kata temen-temennya," ungkap R.

Ledakan di Dalam Masjid

Berdasarkan pengakuan siswa lain, N (16), ledakan di sekolahnya terjadi saat shalat Jumat akan digelar. Tepatnya saat imam shalat sedang berkhutbah. M mendengar tiga dentuman saat peristiwa terjadi. Dentuman yang paling keras menurutnya dari dalam masjid. Lalu dua dentuman lainnya ada di sekitar masjid.

"Satu ledakan di masjid yang paling besar. Dua di sekitar masjid," kata M.

Saat ledakan terjadi, M bersama R sedang berada di masjid. Namun, keduanya berada di sisi yang jauh dari ledakan yang terjadi di bagian tengah masjid. Meski begitu, M sempat mencium bau dari titik ledakan yang disebutnya seperti bau petasan.

"Menurut saya kayak petasan dimodifikasi. Asapnya sangat banyak. Baumya kayak petasan," ujar M.

"Ledakan paling besar di tengah sebab korban paling parah yang saat ibadah itu ada di tengah masjid," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, ledakan terjadi di area SMAN 72 Kelapa Gading, Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.15 WIB. Ledakan itu terjadi saat berlangsungnya shalat Jumat di masjid yang berada di area sekolah. Belum diketahui secara pasti penyebab ledakan itu. Sebanyak 55 korban sudah dilarikan ke RS Islam Jakarta dan RS Yarsi untuk mendapatkan tindakan medis.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan