Fakta Terbaru: Ibu Tewas Dibunuh Anak Kandung di Medan, Suami Tak Minta Bantuan Warga saat Istri Kri

admin.aiotrade 16 Des 2025 4 menit 15x dilihat
Fakta Terbaru: Ibu Tewas Dibunuh Anak Kandung di Medan, Suami Tak Minta Bantuan Warga saat Istri Kri
Fakta Terbaru: Ibu Tewas Dibunuh Anak Kandung di Medan, Suami Tak Minta Bantuan Warga saat Istri Kritis

Kasus Kematian Faizah Soraya yang Masih Menimbulkan Pertanyaan

Kasus kematian Faizah Soraya masih menjadi perhatian masyarakat karena banyak hal yang tidak jelas dan menimbulkan kejanggalan. Mulai dari sikap suami yang tidak segera meminta bantuan, waktu penanganan yang terlambat, hingga kondisi anak-anak yang menimbulkan pertanyaan.

Polisi masih melakukan penyelidikan dengan melakukan rekonstruksi dan pemeriksaan psikologis untuk mengungkap fakta-fakta baru dalam kasus ini.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Terungkap Fakta Baru

Dalam kasus kematian Faizah Soraya, seorang ibu yang tewas dibunuh oleh anak kandungnya sendiri yang masih duduk di bangku SD kelas 6 di Medan, banyak hal yang belum terungkap. Kejadian ini terjadi pada Rabu, 10 Desember 2025.

Kematian Faizah Soraya menjadi sorotan lantaran anaknya yang masih duduk di bangku SD menjadi terduga pembunuhan. Hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya dan spekulasi bermunculan di masyarakat.

Terlebih, ada sikap suami Faizah Soraya yang dianggap janggal. Seperti saat Faizah Soraya mengalami kritis sebelum ditemukan meninggal dunia, sang suami tidak meminta bantuan warga sekitar. Selain itu, Alham Wumala Siagian, suami Faizah Soraya juga tidak mengatakan kejadian sebenarnya saat menelepon rumah sakit meminta ambulan.

Awal Kejadian

Kasus siswi kelas 6 SD yang membunuh ibunya di Medan kini belum menemui titik terang. Faizah ditemukan tewas dalam kamar lantai satu rumahnya, Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara, pada Rabu (10/12/2025). Ia merupakan ibu dari dua anak. Putri pertama sudah duduk di SMA, sedangkan bungsu masih sekolah kelas 6 SD.

Suami Faizah adalah Alham, dia tidur di kamar lantai dua. Sang suami menerangkan ke tetangga dan kepala lingkungan bahwa ibu tewas dibunuh anak bungsunya.

Penyelidikan Polisi

Untuk mendalami kasus ini, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn mengatakan polisi sedang menyempurnakan hasil penyidikan dan penyelidikan lanjutan. Beberapa hari lalu, polisi menggelar pra rekonstruksi kedua di tempat kejadian perkara (TKP).

"Ada 43 adegan yang tadi kita lakukan pra rekonstruksi. Mudah-mudahan ini lebih menyempurnakan proses penyidikan dan proses penyelidikan lanjutan yang kami laksanakan," katanya.

Selain itu, polisi juga melakukan penggeledahan dan menemukan sejumlah barang yang dicurigai berkaitan dengan kematian Faizah. "Ada beberapa barang yang kami bawa untuk didalami. Tim masih melakukan proses penyelidikan lanjutan dan proses penyidikan lanjutan sambil menunggu hasil pemeriksaan assesment psikolog anak berhadapan dengan hukum," katanya.

Meski sudah menjalani proses penyidikan, Jean tidak mengungkap sosok tersangka dalam kasus ini.

Kronologi Versi Adik Korban

Sementara adik korban, Dimas, bercerita kronologi kejadian yang sebenarnya. Menurutnya, kejadian pembunuhan terjadi sejak pukul 03.00 WIB. "Yang masih didalamin polisi dari waktu pukul 03.00 WIB sampai Ambulan kok tidak ada panggilan tetangga atau apa," kata Dimas saat diwawancara TribunnewsBogor.com, Selasa (16/12/2025).

Alham baru menghubungi Rumah Sakit Colombia pukul 04.30 WIB. Kata Dimas, saat itu lah Alham berbohong. Menurutnya, Alham mengatakan ke rumah sakit bahwa Faizah Soraya mengalami pendarahan, bukan luka tusuk. "Iya sudah berlumur darah," katanya.

Tidak Minta Bantuan Tetangga

Yang membuat Dimas janggal, Alham justru menunggu pertolongan dari rumah sakit tanpa meminta bantuan apapun ke tetangga. Selain itu, dia juga menghubungi rumah sakit yang jauh. "Rumah sakit banyak yang dekat. Makanya yang sedang di dalamin dari pukul 3 pagi sampai ambulan datang mereka dirumah ngapain kenapa gak ada panggil tetangga atau minta tolong malah nunggu ambulan dari Colombia," katanya.

Ambulan dari Rumah Sakit Colombia baru datang pukul 04.30 WIB. Kata Dimas, berdasarkan pengakuan sopir ambulan, saat pertama kali tiba, Faizah masih bernyawa. "Korban sudah mengap-mengap dan pihak ambulan menolak membawa korban karena pihak ambulan mendapatkan konfirmasi adanya pendarahan bukan penyerangan atau penikaman," katanya.

Saat itu posisi korban duduk bersandar ke lemari. "Setelah dinyatakan meninggal kemudian diangkat ke tempat tidur," katanya.

Dimas dan keluarga merasa janggal terhadap empat hal. "Saat kejadian penikaman apakah korban tidak melawan anaknya sendiri dan berteriak?" tulis Dimas.

Kejanggalan kedua yakni soal rentang waktu dari pukul 03.00 WIB sampai 04.30 WIB. "Apakah tidak ada meminta bantuan warga setempat? Karena menurut pengakuan sopir ambulan korban masih hidup pada saat dia sampai dan masih cengap-cengap dan tidak lama kemudian meninggal dunia," katanya.

Selain itu, hal janggal juga terjadi pada luka korban. "Penikaman lebih dari 20 tusukan di punggung, perut, tangan, kaki, dan kepala korban," katanya.

Terakhir, kondisi AI, siswi kelas 6 SD yang diduga membunuh ibunya. Dimas mengatakan tidak ada luka sama sekali di tubuh AI. "Tidak ada luka di tangan Alica dan yang ada luka di tangan kakaknya," katanya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan