
Insiden Penembakan Massal di Pantai Bondi
Pada hari Minggu (14/12/2025), perayaan Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney, Australia, tiba-tiba terganggu oleh serangan teror. Dua pria bersenjata api, Sajid Akram dan Naveed Akram, menembaki komunitas Yahudi yang sedang merayakan acara tersebut. Serangan ini menyebabkan 15 orang tewas, termasuk seorang gadis berusia 10 tahun. Sementara itu, polisi berhasil menembak mati Sajid, sedangkan Naveed mengalami luka parah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Insiden ini menjadi salah satu kejadian paling mematikan dalam sejarah Australia setelah peristiwa Port Arthur pada tahun 1996, yang menewaskan 35 orang. Berikut adalah fakta-fakta penting tentang penembakan massal di Pantai Bondi yang telah dikumpulkan oleh tim cek fakta.
Aksi Heroik Seorang Pedagang Buah
Sekitar pukul 18.47 waktu setempat, Kepolisian New South Wales menerima laporan bahwa beberapa tembakan telah terjadi di Archer Park, Pantai Bondi. Polisi kemudian mengeluarkan pernyataan publik pertama mereka, meminta siapa pun yang berada di lokasi untuk berlindung dan menghindari daerah tersebut.
Sebuah video menunjukkan dua orang bersenjata menembak dari sebuah jembatan kecil yang menghubungkan tempat parkir di Campbell Parade menuju Pantai Bondi. Dalam video lainnya, seorang warga sipil berhasil menangkap salah satu pelaku bersenjata, merebut senjatanya, dan mengarahkannya kembali ke pelaku tersebut. Pelaku kemudian mundur ke arah jembatan, dari mana penyerang lain menembak.
Warga sipil tersebut akhirnya diidentifikasi sebagai Ahmed al Ahmed, pemilik toko buah dan ayah dari dua anak. Keluarganya mengatakan bahwa ia masih dirawat di rumah sakit setelah menjalani operasi karena luka tembak di lengan dan tangannya.
Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns, menyebut Ahmed sebagai "pahlawan sejati". Para pelaku penembakan dikenali sebagai ayah dan anak berusia 50 dan 24 tahun. Mereka diidentifikasi oleh media lokal sebagai Sajid Akram dan putranya, Naveed Akram.
Sajid Akram memiliki izin senjata api setelah memenuhi kriteria kelayakan untuk izin berburu rekreasi. Ia dikaitkan dengan kepemilikan enam senjata api. Sajid tiba di Australia pada tahun 1998 dengan visa pelajar, yang selanjutnya dialihkan pada 2001 ke visa pasangan dan kemudian visa penduduk tetap. Sedangkan Naveed Akram adalah warga negara kelahiran Australia.
Gadis 10 Tahun Jadi Korban
Dilansir dari The Guardian, Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns, mengonfirmasi bahwa 16 orang, termasuk salah satu pelaku penembakan, menjadi korban jiwa dalam insiden Pantai Bondi. Selain korban meninggal, terdapat 42 orang yang terluka dan mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Salah satu korban tewas adalah Matilda, seorang gadis berusia 10 tahun. Ia dibawa ke rumah sakit anak Sydney pada malam Minggu, tetapi nyawanya tidak tertolong. Lina, bibi Matilda, mengatakan: "Sebuah tragedi besar telah menimpa keluarga saya. Keponakan saya tercinta, Matilda, tewas dalam serangan teroris di Pantai Bondi. Saya tidak tahu bagaimana kami bisa bertahan dari kesedihan seperti ini."
Langkah Pemerintah untuk Memperkuat Undang-Undang Senjata Api
Setelah insiden tersebut, Pemerintah Australia mengumumkan rencana untuk memperkuat undang-undang senjata api. Menurut laporan CNN, pemerintah berencana memberlakukan langkah-langkah baru yang akan membatasi siapa saja yang berhak mendapatkan izin senjata api.
Hanya warga negara Australia yang berhak memegang izin senjata api. Akan ada batasan baru pada jumlah senjata api yang dapat dimiliki, serta jenis senjata api yang dapat dibeli. Selain itu, izin senjata api tanpa batas waktu akan dibatasi, sehingga pemilik senjata api harus mengajukan permohonan ulang untuk mendapatkan persetujuan agar dapat memegang izin.