
Fapet UGM Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah
Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menggelar Workshop Pengolahan Sampah dengan tema Community-Driven Waste Management and Circular Economy in Yogyakarta, pada Rabu, 10 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari program CircuLife–SLI 2025 yang bertujuan menciptakan ekosistem pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis partisipasi masyarakat.
Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menilai bahwa peningkatan kapasitas masyarakat merupakan kunci untuk mengatasi masalah sampah yang belum tertangani secara optimal. Ia menyebutkan bahwa data menunjukkan hanya sekitar 40% sampah di Yogyakarta yang dapat diolah dan dikelola kembali.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kita prihatin melihat angka tersebut. Masih banyak sampah yang tidak termanfaatkan,” ujarnya.
Lurah Triharjo, Sleman, Irawan, S.IP., juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga lingkungan. Ia menyebut bahwa penerapan sanksi di wilayahnya belum sepenuhnya membuat masyarakat sadar akan pentingnya pengelolaan sampah.
“Di wilayah kita sudah diberlakukan sanksi. Namun, kemarin yang sengaja membuang sampah asli warga Triharjo hanya 1,4 orang, sedangkan sisanya berasal dari luar daerah,” kata Irawan.
Model Panggungharjo Jadi Inspirasi
Workshop ini turut menghadirkan Lurah Panggungharjo, Ari Suryanto, S.E., untuk membagikan pengalaman desa yang sukses mengelola sampah secara terpadu. Ia menjelaskan bahwa sejak 2013 desanya membangun sistem pengelolaan sampah yang didukung oleh lima pilar: infrastruktur politik, sosial, ekonomi, teknologi, serta pewarisan pengetahuan melalui Pusat Pendidikan Pengelolaan Sampah Perkotaan.
“Sejak 2013 Desa Panggungharjo mampu mengolah sampah organik, residu, minyak jelantah, hingga rosok. Sistem pemilahan menjadi sumber kunci utama keberhasilan desa ini,” papar Ari.
Selain berbagi praktik baik, workshop juga membahas dampak lingkungan dari limbah organik. Dosen Fapet, Dr. Viagian Pastawan, menjelaskan bahwa limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat meningkatkan pencemaran. Kandungan nitrogen berlebih berpotensi meresap ke tanah dan air permukaan.
Komitmen Fapet UGM dalam Pengelolaan Sampah
Melalui kegiatan ini, Fapet UGM menegaskan komitmennya untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat tentang manfaat pengelolaan sampah yang baik.