Famon Awal (PRAY) Konversi Utang dan Kuasai Dua Rumah Sakit Baru

admin.aiotrade 15 Des 2025 2 menit 14x dilihat
Famon Awal (PRAY) Konversi Utang dan Kuasai Dua Rumah Sakit Baru


PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) melakukan konversi saham dalam rangka pengambilalihan saham PT Jala Mas Rejeki. Transaksi ini dilakukan pada 10 Desember 2025, dan menjadi bagian dari pelaksanaan perjanjian utang wajib yang telah diumumkan sebelumnya.

Leona Agustine Karnali, Direktur Famon Awal Bros Sedaya, menjelaskan bahwa aksi korporasi ini merupakan bagian dari tahap pertama konversi utang wajib menjadi saham. Hal ini dilakukan sesuai dengan perjanjian utang wajib konversi yang ditandatangani pada 16 September 2025. “Sebagaimana sebelumnya dilaporkan oleh perusahaan melalui laporan informasi dan fakta material tertanggal 17 September 2025,” ujar Leona dalam keterbukaan informasi di BEI.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Hasil dari transaksi ini adalah perusahaan memperoleh 20,06% saham pada Jala Mas Putra Rejeki. Dengan demikian, Famon Awal Bros Sedaya menjadi pemegang saham pengendali. Keputusan ini didasarkan pada perjanjian pemegang saham yang telah ditandatangani oleh seluruh pemegang saham Jala Mas Putra Rezeki.

“Transaksi ini merupakan bagian dari strategi ekspansi perusahaan di sektor pelayanan kesehatan dan diharapkan akan memperkuat posisinya dalam kepemilikan dan pengelolaan jaringan rumah sakit di Indonesia,” kata Leona dalam keterbukaan informasi di BEI pada 11 Desember 2025.

Dengan pelaksanaan transaksi ini, emiten yang dikenal dengan Primaya Hospital menambah dua rumah sakit ke dalam jaringan layanan perusahaan, yaitu Rumah Sakit FMC Bogor dan Rumah Sakit UKRIDA. “Perusahaan selanjutnya berencana melakukan penyesuaian nama rumah sakit untuk mensinergikan branding Primaya Hospital Group,” ujar Leona.

Integrasi kedua rumah sakit tersebut diharapkan memperluas jangkauan layanan, serta memperkuat sinergi dalam grup Primaya Hospital. Menurut Leona, transaksi ini bukan transaksi material dan transaksi afiliasi. Sementara dampak atas transaksi ini akan menambah jaringan layanan kesehatan dan memperluas jangkauan operasional.

Transaksi ini juga diharapkan memperkuat sinergi antarentitas, meningkatkan standardisasi mutu pelayanan, serta mendorong optimalisasi pemanfaatan sumber daya. “Secara keseluruhan, transaksi ini mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat dan memperkokoh posisi perusahaan sebagai penyedia layanan kesehatan yang kompetitif di industri rumahsakit,” papar Leona.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan