
Kekalahan Sriwijaya FC Mengundang Protes Suporter
Pada pekan ketujuh Liga Championship musim 2025/26, Sriwijaya FC kembali mengalami kekalahan setelah dihadapkan dengan FC Bekasi City. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang pada Minggu (26/10/2025) sore berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan FC Bekasi City. Hasil ini menambah rasa kecewa para suporter yang terus meneriakkan protes terhadap manajemen dan performa tim.
Para suporter tidak hanya kecewa atas kekalahan tersebut, tetapi juga merasa tidak puas dengan evaluasi yang selama ini dilakukan oleh manajemen. Mereka turun langsung ke lapangan sambil membawa spanduk yang menyampaikan pesan keras kepada pihak klub. Salah satu spanduk menulis "Evaluasi cuma omongan, Sriwijaya FC kalian lemah hingga evaluasi atau degradasi." Pesan ini menjadi bukti bahwa harapan suporter terhadap perbaikan kinerja tim belum terwujud.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ketidakpuasan ini memicu aksi para suporter yang memaksa masuk hingga ke dalam locker room Sriwijaya FC. Mereka terus meminta manajemen untuk keluar dan memberikan penjelasan terkait janji-janji yang sebelumnya disampaikan, seperti adanya evaluasi dan perbaikan performa. Seorang suporter terdengar berteriak, "David keluar, David, Anggoro keluar beri kami penjelasan temui kami disini."
Aksi protes ini tidak hanya berupa tuntutan verbal, tetapi juga diperparah dengan nyanyian lagu dan penggunaan petasan pewarna yang membuat suasana semakin panas. Meski pelatih kepala, Budi Sudarsono, mencoba menenangkan para suporter, kemarahan dari tiga kelompok suporter tetap tidak bisa dikendalikan. Mereka terus ingin menemui manajemen untuk mendapatkan jawaban yang jelas.
Hasil yang dicapai selama tujuh pertandingan masih belum mampu memberikan kemenangan bagi Sriwijaya FC. Hal ini memperkuat ketidakpuasan terhadap kinerja pemain dan manajemen. Suporter yang kesal mengatakan, "Kita terus kalah bahkan tidak pernah merasakan kemenangan temui kami jangan hanya di dalam."
Suasana yang tidak kondusif membuat para pemain menjadi bulan-bulanan kekecewaan suporter. Beberapa kali perkataan kasar dilontarkan, yang menunjukkan tingkat frustrasi yang sangat tinggi. Budi Sudarsono akhirnya menemui para suporter dan menyampaikan permintaan maaf atas kekalahan yang terjadi.
"Pasti semuanya kecewa termasuk para suporter, tapi kedepannya akan kita terus berusaha mengevaluasi untuk pertandingan selanjutnya," ujar Budi Sudarsono.