Farah Puteri Nahlia Puji KDM: Perselisihan Guru dan Orang Tua di Subang Berakhir Damai

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 18x dilihat
Farah Puteri Nahlia Puji KDM: Perselisihan Guru dan Orang Tua di Subang Berakhir Damai
Farah Puteri Nahlia Puji KDM: Perselisihan Guru dan Orang Tua di Subang Berakhir Damai

Peran Gubernur Jawa Barat dalam Menyelesaikan Konflik Guru dan Orang Tua Siswa

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendapat apresiasi dari Anggota DPR RI Komisi I, Farah Puteri Nahlia, atas langkahnya dalam memediasi konflik antara Rana Saputra, seorang guru SMP Negeri 2 Jalancagak, Kabupaten Subang, dengan orang tua seorang siswa berinisial ZR (16) hingga akhirnya mencapai kesepakatan damai. Kejadian ini bermula ketika orang tua ZR tidak terima karena anaknya ditampar oleh Rana setelah upacara bendera pada Senin (3/11/2025).

Video kejadian tersebut viral di media sosial, sehingga menarik perhatian publik dan berbagai pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan. Farah mengungkapkan rasa apresiasinya terhadap tindakan bijak yang dilakukan oleh Gubernur Dedi Mulyadi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Saya mengapresiasi langkah bijak Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang telah memfasilitasi guru dengan orang tua siswa bermusyawarah. Dalam dunia pendidikan, dialog konstruktif dan penyelesaian kekeluargaan harus selalu menjadi yang utama,” ujar Farah saat dihubungi Tribun Jabar dari Sumedang, Jumat (7/11/2025) malam.

Farah menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi momen refleksi untuk membedakan antara niat mendisiplinkan dengan metode yang digunakan. Ia menyatakan bahwa niat mulia para guru untuk mendidik harus tetap didukung.

“Saya yakin tidak ada guru yang berniat buruk. Niatnya pasti baik, ingin agar siswanya disiplin dan menjadi lebih baik. Niat mulia untuk mendidik ini harus kita dukung penuh. Namun, yang perlu kita perbaiki adalah metode pendisiplinan,” jelasnya.

Farah berharap refleksi ini dilakukan oleh semua pihak, termasuk orang tua dan siswa, dengan semangat yang sama. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab dua arah. Kasus ini menjadi momentum introspeksi, tidak hanya bagi sekolah dalam memperbaiki metode, tapi juga bagi orang tua untuk memperkuat bimbingan di rumah, dan bagi siswa untuk lebih memahami pentingnya menaati tata tertib.

“Penting untuk melihat masalah ini secara utuh, bukan hanya saling menyalahkan atau merasa paling dirugikan,” ujarnya.

Menurut Farah, kunci dari disiplin adalah memberikan efek jera yang mendidik, bukan yang menyakiti atau mempermalukan. Ia sepakat dengan arahan Gubernur Dedi Mulyadi mengenai penerapan sanksi yang justru membangun karakter.

“Solusi yang ditawarkan, seperti membersihkan toilet, merapikan perpustakaan, atau kerja bakti di lingkungan sekolah, adalah bentuk disiplin positif (positive discipline). Hukuman ini mengajarkan tanggung jawab, konsekuensi, dan kepedulian sosial, yang jauh lebih bermanfaat bagi pembentukan karakter siswa daripada hukuman fisik,” jelasnya.

Pascakejadian tersebut, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu berharap ketegangan guru dengan orang tua siswa tidak terulang lagi. Ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

Selain itu, ia juga mendorong agar mekanisme internal sekolah lebih diperkuat. “Masalah ini sudah diselesaikan secara damai. Ke depan, perkuat peran Komite Sekolah sebagai jembatan komunikasi aktif antara orang tua dan guru, agar masalah serupa dapat diselesaikan dengan baik di tingkat sekolah.”

Farah menutup pernyataannya dengan harapan agar semua pihak bisa ambil hikmah dari kasus ini untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik di Subang.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan