
Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan, Makassar
Pada 10 November, hari yang penuh makna dalam sejarah Indonesia, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Fatmawati Rusdi, memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan, Panakkukang, Makassar. Acara ini menjadi momen penting untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa.
Fatmawati Rusdi hadir bersama Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, dalam rangkaian ziarah ke makam para pejuang. Mereka melakukan doa dan penghormatan kepada para tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi daerah dan negara.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ziarah ke Makam Raja Bone, Andi Mappanyukki
Perjalanan ziarah dimulai dari makam Raja Bone, Andi Mappanyukki. Ia adalah seorang pejuang dan bangsawan tertinggi di Sulawesi Selatan. Andi Mappanyukki adalah putra dari Raja Gowa ke-XXXIV, I'Makkulau Daeng Serang Karaengta Lembang Parang Sultan Husain Tu Ilang ri Bundu’na (Somba Ilang) dan I Cella We'tenripadang Arung Alita, putri tertua dari La Parenrengi Paduka Sri Sultan Ahmad, Arumpone Bone (Raja Bone).
Andi Mappanyukki memimpin raja-raja di Sulawesi Selatan untuk bersatu dan bergabung dengan NKRI pada tahun 1950. Di makamnya, Fatmawati Rusdi bersimpuh dan memanjatkan doa sebagai bentuk penghormatan.
Ziarah ke Makam Andi Pangerang Petta Rani
Selanjutnya, mereka melanjutkan ziarah ke makam Andi Pangerang Petta Rani. Ia juga dikenal sebagai Andi Pangerang Petta Rani Karaeng Bontonompo Arung Macege Matinroe Ri Panaikang. Seorang bangsawan Suku Bugis, ia lahir pada awal abad XX, tepatnya tanggal 14 Mei 1903 di desa Mangasa, Kabupaten Gowa.
Pada tahun 1950, Andi Petta Rani diangkat menjadi Kepala Daerah Bone. Jabatan tersebut dipegangnya hingga tahun 1955, ketika dirinya diangkat sebagai Residen-koordinator untuk Sulawesi Selatan. Pada 12 Juli 1956, ia diangkat menjadi Gubernur Sementara Sulawesi, jabatan yang dipangkunya hingga 20 April 1960.
Tidak hanya itu, pada tanggal 2 Maret 1957, Andi Pangeran Pettarani ikut dalam penandatanganan Piagam Permesta. Perdjuangan Rakjat Semesta disingkat Permesta adalah sebuah gerakan militer di Indonesia (1958–1961). Perjuangan ini merupakan bagian dari upaya mempertahankan kesatuan negara.
Ziarah ke Makam Andi Djemma
Makam ketiga yang dikunjungi adalah Andi Djemma. Ia adalah Raja (Datu) Luwu, seorang tokoh Indonesia yang dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Republik Indonesia tanggal 8 November 2002. Andi Djemma lahir di Palopo pada 15 Januari 1901 dan meninggal di Makassar pada 23 Februari 1965, saat usianya menginjak 64 tahun.
Wilayah kekuasaannya kemudian menjadi daerah setingkat kabupaten setelah beberapa wilayahnya memisahkan diri menjadi beberapa kabupaten. Diantaranya Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Timur, dan Tana Toraja, semuanya masih berada dalam wilayah Provinsi Sulsel.
Pesan Wagub Sulsel: Merawat Semangat Para Pahlawan
Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, menyampaikan pesan penting kepada masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk merawat semangat para pejuang dan terus meneruskan perjuangan mereka.
"Bagaimana kita mengisi apa yang menjadi peninggalan dari para pahlawan kita untuk semangatnya, perjuangannya kita teruskan dengan bagaimana membangun bangsa dan negara ini untuk lebih baik lagi," ujarnya.
Menurut Fatmawati, perjuangan di era modern tidak lagi dilakukan melalui bambu runcing. Kini, perjuangan dilakukan melalui program nyata yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kecerdasan generasi penerus.
"Kalau dulu pahlawan kita pakai bambu runcing, sekarang ini bukan lagi dengan bambu runcing, tapi bagaimana kita mencerdaskan anak bangsa. Kita juga sebagai generasi penerus bagaimana membangun daerah kita jauh lebih baik lagi," tambahnya.
Doa dan Refleksi dari Ketua DPRD Sulsel
Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, turut serta dalam doa untuk para pahlawan. Ia menekankan bahwa momen ini adalah kesempatan untuk kembali mengingat dan meneruskan perjuangan para pahlawan.
" Ini momen kita kembali mengingat dan meneruskan perjuangan pahlawan," katanya.
Rangkaian ziarah di makam pahlawan ini menjadi momen penting bagi Fatmawati Rusdi untuk merefleksikan upaya melanjutkan perjuangan para pahlawan.