FDI 2025 Tembus US$57 M, Pakar Puji Program Prabowo

admin.aiotrade 14 Nov 2025 2 menit 25x dilihat
FDI 2025 Tembus US$57 M, Pakar Puji Program Prabowo


Jakarta —
Peningkatan investasi asing ke Indonesia terus menunjukkan tren positif dan diperkirakan akan mencapai angka US$57 miliar pada tahun 2025. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya kepercayaan dunia terhadap kebijakan pemerintah yang berfokus pada pengembangan sektor industri strategis.

"Penanaman Modal Asing (PMA/FDI) terus mengalami percepatan. Pada tahun 2025, FDI diperkirakan mencapai kisaran US$52–57 miliar, didukung oleh komitmen besar dalam hilirisasi mineral, baterai kendaraan listrik, petrokimia, pusat data, hingga manufaktur berat," ujar Juwai IQI Global Shan Saeed, Chief Economist, dalam pernyataannya beberapa waktu lalu.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Saeed, capaian ini tidak hanya menjadi indikator pertumbuhan ekonomi yang pesat, tetapi juga membuka peluang baru bagi investor di sektor hilirisasi. Selain itu, hal ini dapat membangun stabilitas ekonomi jangka panjang yang lebih menarik bagi para pemangku kepentingan.

Selain itu, sektor manufaktur juga menjadi salah satu penyumbang utama bagi perekonomian Indonesia. Kontribusi sektor ini sangat signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), investasi, dan ekspor. Dalam laporan terbaru, sektor manufaktur menyumbang antara 38% hingga 42% dari total FDI, menunjukkan pergeseran struktural Indonesia menuju industri bernilai tambah tinggi.

Adapun, peningkatan investasi asing ini juga menjadi bukti bahwa kebijakan investasi Presiden RI Prabowo Subianto berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi nasional.

"Doktrin Stabilitas Makro Prabowo bukan sekadar slogan. Ini adalah arsitektur strategis yang mulai membentuk jalur baru ekonomi Indonesia—memperkuat fondasi ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjadikan Indonesia sebagai kekuatan industri baru di Asia," katanya.

Saeed menambahkan bahwa tema "Indonesia First" menjadi inti dari kepemimpinan ekonomi Presiden Prabowo. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan prioritas pada kepentingan nasional dalam segala aspek pembangunan.

Faktor kepercayaan investor terhadap Indonesia semakin meningkat, terutama karena kombinasi stabilitas rupiah dan pasar. Hal ini juga menjadi kekuatan utama Indonesia sebagai negara yang mampu tampil gemilang di Asia Tenggara, yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi baru.

"Yang paling penting, kepercayaan investor terus meningkat. Kombinasi stabilitas rupiah, disiplin makro, kapasitas manufaktur yang berkembang, serta rezim investasi yang kredibel menempatkan Indonesia sebagai standout performer di Asia Tenggara," tutupnya.

Berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi pada Januari-September 2025 mencapai Rp1.434,3 triliun, atau sekitar 75,3% dari target tahunan. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp644,6 triliun berasal dari penanaman modal asing (PMA) dengan kontribusi 44,9%, sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp789,7 triliun atau 55,1%.

Tiga besar investor asing yang masuk ke Indonesia berasal dari Singapura dengan nilai investasi US$12,6 miliar, kemudian Hong Kong dengan US$7,3 miliar, dan China dengan US$5,4 miliar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan