Febrianto Takut Usai Bunuh Anti Puspita Sari, Akui Dihantui Wanita Hamil

admin.aiotrade 17 Okt 2025 3 menit 10x dilihat
Febrianto Takut Usai Bunuh Anti Puspita Sari, Akui Dihantui Wanita Hamil

Kekinian Pembunuhan Anti Puspita Sari, Pelaku Mengaku Didatangi Arwah Korban

Febrianto (22), tersangka pembunuhan Anti Puspita Sari (22), mengungkapkan bahwa ia sempat merasa ketakutan dan bersalah setelah mengetahui bahwa korban telah meninggal. Ia mengatakan bahwa sebelum ditangkap oleh pihak kepolisian, ia didatangi oleh arwah korban yang membuatnya merasa takut.

Kejadian ini terjadi di Hotel Lendosis Palembang pada Sabtu (11/10/2025) sore. Febrianto, yang berasal dari Trenggalek dan tinggal di Desa Sidomulyo Jalur 18, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, melakukan tindakan keji karena tidak puas dengan pelayanan korban. Mayat Anti Puspita Sari ditemukan dalam keadaan terikat dan mulut tersumpal di salah satu kamar hotel tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Setelah bertemu dan melakukan kencan di kamar, korban menolak melayani pelaku untuk kedua kalinya dan meminta agar pelaku meninggalkan kamar tersebut. Kesal dengan sikap korban, Febrianto langsung membekap mulut korban hingga kehabisan napas serta mengikat tangannya.

Setelah melakukan pembunuhan, Febrianto mengambil handphone dan motor korban untuk menghilangkan jejak. Ia kemudian pulang ke rumahnya di Muara Padang menggunakan motor korban. "Kunci dan HP dibuang ke sungai, motornya disimpan di Muara Padang," katanya. "Saya enggak jual pak (motornya). Saya pakai buat melarikan diri, handphone saya buang di sungai," ujar Febrianto dalam video.

Motor milik korban akhirnya ditemukan oleh petugas di sebuah gudang milik warga dengan posisi terkunci stang dan plat nopolnya sudah dilepas. Setelah kejadian tersebut, Febrianto merasa bersalah dan ketakutan. Ia mengaku didatangi wanita berpakaian putih dengan rambut panjang sambil menggendong bayi. "Dia suruh aku pergi ke makam, ziarah, minta maaf sama keluarga korban, disuruh selamatan untuk mendoakan korban, serta diminta untuk mengelus perut korban," ungkap Febrianto.

Untuk handphone dan motor yang diambil, Febrianto mengaku bahwa tujuannya adalah untuk menghilangkan jejak. "Buat melarikan diri dan ngilangin jejak," katanya.

Dirreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Johannes Bangun, menjelaskan bahwa motif Febrianto membunuh korban lantaran kesal karena disuruh meninggalkan kamar hotel sebelum waktu kencan habis. "Pelaku kesal disuruh keluar dari kamar," kata Johannes saat memimpin rilis di Polda Sumsel, Kamis (16/10/2025).

Setelah menangkap pelaku dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban, pakaian pelaku, serta botol plastik minuman soda. Dari keterangan pelaku yang sudah ada akan dikembangkan lagi untuk menggali informasi lebih mendalam. "Semua akan kami kembangkan lagi dalam penyidikan," katanya.

Diberitakan, Anti Puspita Sari alias AP ditemukan tewas di hotel Lendosis Palembang pada Sabtu (11/10/2025) lalu. AP ditemukan pertama kali oleh salah seorang pegawai hotel yang hendak mengecek ke kamar korban, karena sudah waktunya untuk cek out. Pintu kamar terkunci dari dalam.

AP diketahui masuk ke hotel bersama pria pada Jumat (10/10/2025), pukul 16.00 WIB. Sayangnya, identitas pria tersebut tak dicatat oleh saksi. Lalu, pada Sabtu (11/10/2025), sekitar pukul 11.30 WIB, saksi mengetok kamar hotel untuk memberitahu batasan check out. Hanya saja, saat itu tak ada respons dari kamar hotel.

Pukul 12.00 WIB, saksi kembali mengetuk kamar dan kembali tak ada respons. Akhirnya, saksi mematikan saklar listrik kamar yang bertujuan agar mereka keluar karena kepanasan. Tak ada respons, sekitar pukul 14.00 WIB, saksi menyuruh rekannya untuk membuka pintu kamar dengan kunci duplikat.

Saat itu korban ditemukan tergeletak di lantai dengan ditutup selimut. Kemudian, beredar rekaman CCTV saat AP dan pria tersebut check in di hotel. Dalam rekaman CCTV yang beredar, salah satu diunggah Instagram @palembang_kucarkacir, Senin (13/10/2025), pria yang bersama AP tampak melakukan pembayaran di kasir. Pria tersebut tampak mengenakan sweater dan memakai masker yang diselipkan di dagu. Sementara AP terlihat mengenakan hijab berwarna pink dan memakai rok. Gelagat AP tampak melihat ke arah luar hotel sambil membawa sesuatu di tangannya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan