
Desa Plajan Jepara Kembali Tunjukkan Keharmonisan Melalui Festival Kerukunan 2025
Desa Plajan, yang terletak di Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, kembali menunjukkan kekompakan dan harmoni antar komunitas melalui pelaksanaan Festival Kerukunan Desa Plajan 2025. Dengan tema “Rukun Bareng, Bumi Seneng,” festival ini menjadi simbol sinergi antara kerukunan umat beragama dan kepedulian terhadap lingkungan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Festival dimulai dengan kegiatan kerja bakti bersama dalam membersihkan rumah adat dan tempat ibadah. Selanjutnya, dilakukan penanaman pohon pamelo dan manggis sebagai bentuk aksi ekoteologi yang menunjukkan komitmen menjaga lingkungan. Empat titik lokasi dipilih sebagai lambang harmoni keberagaman: dua masjid, satu gereja, dan satu pura.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak seperti IPARI Kemenag Jepara, Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), Pemerintah Desa Plajan, Karang Taruna, serta pengurus masing-masing rumah ibadah. Turut hadir Kepala PKUB Kementerian Agama RI, Muhammad Adib Abdusshomad, dan Kabid Bina Lembaga Kerukunan Agama PKUB, Hery Susanto, yang ikut serta menanam pohon sebagai simbol tumbuhnya kehidupan baru di tanah yang rukun.
Adib Abdusshomad menyampaikan bahwa perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi penghalang untuk bekerja sama. Ia juga menyampaikan pesan Menteri Agama bahwa keberhasilan Kemenag dapat diukur dari semakin dekatnya umat terhadap ajaran agamanya masing-masing.
“Lebih baik banyak rumah ibadah daripada banyak tempat maksiat,” ujar Adib pada Jumat (25/10).
Semangat “Rukun Bareng, Bumi Seneng” tampak nyata dalam setiap aktivitas festival. Gotong royong lintas iman tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga mempererat persaudaraan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga bumi.
Festival ini terselenggara atas kerja sama Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Pemerintah Desa Plajan, dan OASE Indonesia (@oaseindonesia) sebagai penyelenggara.
“Setiap rangkaian disusun tertib dan sarat makna, mencerminkan keharmonisan yang tumbuh dari niat baik dan saling menghormati,” ujar salah satu panitia.
Tujuan dan Makna Festival Kerukunan
Festival Kerukunan Desa Plajan 2025 memiliki beberapa tujuan utama:
- Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerukunan: Dengan mengajak masyarakat dari berbagai latar belakang agama untuk bekerja sama, festival ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya hidup rukun.
- Menjaga lingkungan: Penanaman pohon merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan sekitar dan memberikan contoh nyata tentang kepedulian terhadap alam.
- Mempertahankan nilai-nilai gotong royong: Kegiatan kerja bakti menunjukkan bahwa kebersamaan dan kerja sama adalah kunci dalam membangun masyarakat yang harmonis.
Partisipasi dan Dukungan
Partisipasi dalam festival ini sangat luas, dengan keterlibatan berbagai pihak seperti:
- Pemerintah Desa Plajan: Sebagai pengelola dan penyelenggara utama.
- IPARI Kemenag Jepara: Memberikan dukungan dalam hal pendidikan dan pemahaman agama.
- PKUB: Menjadi mitra strategis dalam menjaga kerukunan antar umat beragama.
- Karang Taruna: Berperan aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan.
- Pengurus rumah ibadah: Ikut serta dalam kegiatan yang melibatkan seluruh komunitas.
Selain itu, hadirnya tokoh-tokoh penting seperti Kepala PKUB Kementerian Agama RI dan Kabid Bina Lembaga Kerukunan Agama PKUB menunjukkan bahwa festival ini mendapat dukungan dari tingkat nasional.
Harapan dan Tantangan
Meskipun festival ini telah berhasil menciptakan suasana harmonis dan ramah, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah menjaga semangat kerukunan yang telah terbentuk agar tidak pudar seiring waktu. Untuk itu, diperlukan komitmen dari seluruh pihak untuk terus menjaga hubungan baik dan saling menghargai.
Dengan demikian, Festival Kerukunan Desa Plajan 2025 bukan hanya sekadar acara tahunan, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun masyarakat yang lebih harmonis dan berkelanjutan.