
Suasana Baru di Kota Larantuka
Pada Rabu, 12 November 2025, suasana di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, terasa berbeda. Gedung baru Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Flores Timur dipenuhi oleh suara tawa pelajar, diskusi para penulis muda, dan denting musik yang hangat. Hari itu bukan hanya sekadar perayaan biasa, melainkan langkah nyata dalam Festival Literasi Flores Timur 2025, sebuah gerakan yang mengajak masyarakat untuk kembali mencintai buku.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang lomba dan seremonial semata. Kepala Dinas, Marianus N. Waton, saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya menegaskan bahwa acara tersebut merupakan gerakan sosial dan budaya yang ingin menumbuhkan kesadaran membaca di seluruh lapisan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pihaknya ingin menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. “Karena membaca bukan hanya kebutuhan sekolah, tapi kebutuhan hidup,” ujarnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dengan mengusung tema “Lompatan Jauh”, festival ini menyoroti bagaimana generasi muda Flores Timur bisa melangkah lebih jauh melalui literasi. Tema tersebut bukan sekadar slogan, tapi ajakan agar anak muda berani melompat dari rutinitas digital menuju dunia berpikir kritis dan kreatif.
Salah satu kegiatan unggulan adalah Talk Show Kepemudaan “Lompatan Jauh”. Tiga sosok inspiratif hadir membagikan pandangan mereka, yaitu RD. Thomas Labina, Pr, Wakil Bupati Ignasius Boli Uran, dan Mat Bethan. Mereka berbicara tentang pentingnya literasi sebagai fondasi kepemimpinan dan kemajuan daerah.
Dalam rangkaian festival ini, Dinas juga memperkenalkan ruang khusus bernama Pojok Baca ADDIBU. Ruang tersebut disiapkan bagi Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap literasi. Selain itu, festival ini juga diisi dengan berbagai kegiatan edukatif seperti pendampingan menulis untuk penulis muda, pelatihan pembuatan video konten positif, serta lomba pembacaan puisi dan pidato Bahasa Inggris untuk siswa SLTA.
Setiap kegiatan dirancang untuk menggugah minat baca dan menanamkan keberanian berekspresi sejak dini. Dalam konteks dunia digital yang penuh distraksi, festival ini hadir sebagai pengingat bahwa membaca buku tetap penting. Literasi bukan hanya kemampuan membaca teks, tapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan memproduksi gagasan.
Generasi muda Flores Timur kini diajak tidak hanya membaca, tetapi juga menciptakan karya melalui tulisan dan konten edukatif. Meski sudah sembilan bulan digunakan, gedung Dinas Perpustakaan baru akan diresmikan secara resmi pada 14 November 2025. Acara ini akan dipimpin oleh Wakil Bupati Flores Timur.
Gedung baru ini bukan hanya simbol fisik, tapi juga rumah baru bagi gerakan literasi daerah berupa tempat buku, ide, dan kreativitas bertemu untuk membentuk masa depan. Puncak festival akan ditandai dengan penobatan Duta Baca Flores Timur serta pengukuhan Bunda Literasi. Keduanya akan menjadi figur inspiratif yang menjembatani masyarakat dalam menghidupkan budaya membaca. Dinas berharap, gerakan ini menjangkau keluarga-keluarga di kampung dan dusun terpencil.
“Pekerjaan paling sulit adalah mengajak orang membaca,” ungkap Marianus jujur. Ia membandingkan, rata-rata masyarakat Indonesia belum tentu membaca satu buku dalam setahun, sementara masyarakat Eropa bisa membaca hingga sepuluh. Tantangan ini justru menjadi alasan mengapa festival seperti ini harus terus ada untuk mengubah kebiasaan, sedikit demi sedikit.