
Festival Manggaia Fanga Tatanusi: Melestarikan Budaya Lokal melalui Pangan
Festival Manggaia Fanga Tatanusi yang digelar oleh Pemuda dan Lapak Baca Kian di Negeri Kian Darat, Kecamatan Kian Darat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) berhasil menarik antusiasme masyarakat setempat. Acara ini diselenggarakan pada Senin (20/10/2025) sebagai bagian dari peringatan Hari Kebudayaan Nasional Tahun 2025 dengan mengangkat tema “Peran Pangan Lokal dalam Kebudayaan”.
Festival ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali kekayaan pangan lokal yang semakin tergeser oleh makanan modern. Selain itu, acara ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk merawat budaya mereka sendiri.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Agenda Utama Festival
Dalam festival ini, terdapat dua agenda utama yang dilaksanakan. Pertama, Dialog Publik yang berlangsung di SDN 1 Kian Darat. Kedua, Demo Masak serta Pameran Kuliner Lokal yang diselenggarakan di Lapangan Sepak Bola Negeri Kian.
Ketua Panitia, Zulfahmi Boufakar, menjelaskan bahwa festival ini merupakan langkah awal untuk menghidupkan kembali semangat masyarakat dalam menjaga dan melestarikan kuliner serta pangan khas daerah.
“Kegiatan ini bentuk dari upaya merawat budaya masyarakat Negeri Kian Darat. Kami berharap pelestarian budaya dan pangan lokal tumbuh dalam kehidupan masyarakat, terutama generasi muda di era modern ini,” ujarnya.
Peran Penting dalam Pelestarian Budaya
Perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX, Santy Nurlette, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan festival ini. Menurutnya, kegiatan ini adalah langkah penting dalam memperkuat identitas budaya daerah.
“Banyak budaya yang ditampilkan dalam festival ini. Kami berharap kegiatan seperti ini terus digelar demi merawat kearifan lokal masyarakat Kian Darat,” tuturnya.
Ia menilai bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi penting bagi masyarakat dan generasi muda tentang nilai gizi pangan lokal.
“Pangan lokal kita sangat beragam dan gizinya lebih baik dibandingkan pangan konvensional. Pelestarian ini penting agar generasi muda tahu dan bangga dengan kuliner daerahnya sendiri,” jelasnya.
Pentingnya Literasi Budaya
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga SBT, Afifudin Rumakway, menekankan pentingnya literasi budaya di tengah gempuran modernisasi.
“Masyarakat dan generasi muda harus memperkuat literasi budaya agar mengenal lebih dekat kearifan lokal. Harapannya literasi kebudayaan terus tumbuh untuk menjawab tantangan zaman,” katanya.
Kesimpulan
Festival Manggaia Fanga Tatanusi tidak hanya menjadi ajang pameran kuliner lokal, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat identitas budaya masyarakat Negeri Kian Darat. Melalui kegiatan ini, masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih memahami dan menghargai kekayaan pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi dan keunikan budaya.