
Tinder Mengembangkan Fitur Baru Berbasis AI
Tinder, layanan kencan online yang populer, akan semakin canggih berkat penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Match Group, perusahaan yang mengembangkan Tinder, sedang menguji fitur baru bernama Chemistry. CEO Match Group, Spencer Rascoff, menyatakan bahwa fitur ini mampu mengenali minat dan kepribadian lawan kencan melalui pertanyaan serta foto—dengan izin akses—yang ada di Camera Roll pengguna.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Fitur yang sudah diuji coba di Selandia Baru dan Australia ini akan menjadi pilar utama pengalaman produk Tinder pada 2026,” ujar Rascoff.
Upaya revitalisasi ini dilakukan oleh Tinder di tengah penurunan pelanggan berbayar selama sembilan kuartal berturut-turut, termasuk pada kuartal ketiga 2025. Match Group tidak sendirian dalam meminta akses ke foto pribadi pengguna. Meta, perusahaan besar lainnya, juga meluncurkan fitur berbasis AI untuk mengakses foto di ponsel pengguna, tentunya dengan izin akses.
Manajemen Match Group menyatakan bahwa mereka akan memberi pertanyaan interaktif dan mempelajari lebih banyak tentang pengguna lewat teknologi AI. Hasil kerja AI diklaim bisa merekomendasikan pasangan kencan yang lebih cocok. Sebagai contoh, pengguna yang memiliki foto saat mendaki atau memanjat bakal dipasangkan dengan seseorang dengan hobi sejenis.
Biaya Besar untuk Fitur Baru
Eksperimen Tinder ini tampaknya akan berdampak pada keuangan Match Group. Perusahaan memperkirakan ada US$ 14 juta yang akan diambil dari pendapatan langsung Tinder akibat pengujian produk. Tren ini, bersama faktor lain yang mempengaruhi industri layanan kencan, menggerus perkiraan pendapatan kuartal keempat Match menjadi US$ 865-875 juta, dibandingkan perkiraan analis sebesar US$ 884,2 juta.
Selain di Tinder, Match Group juga menggunakan AI di bidang lain, termasuk sistem berbasis model bahasa besar (LLM) untuk mengingatkan pengguna sebelum mengirim pesan yang berpotensi menyinggung. Pengguna akan mendapat notifikasi berbunyi “Apakah Anda yakin?” dari AI. Layanan pintar juga membantu pengguna memilih foto profil terbaik.
Fitur Tambahan untuk Meningkatkan Keterlibatan
Tinder juga meluncurkan fitur lain untuk meningkatkan jumlah pengguna dan keterlibatan, seperti mode kencan, double date, verifikasi wajah, serta profil yang didesain ulang dengan bio di kartu foto pertama. Ada juga kolom perintah atau prompt pada carousel foto.
Meski ada pembaruan produk, Tinder tetap menghadapi pasar yang menantang, ketika sebagian besar generasi muda mulai menjauh dari kencan daring. Pada kuartal ketiga tahun ini, Match melaporkan bahwa pendapatan Tinder turun 3 persen dibanding tahun lalu. Jumlah pengguna berbayar aplikasi perjodohan ini juga anjlok 7 persen.