Fokus Panggung Global, Kehadiran Indonesia di ASEAN Dikritik

Fokus Panggung Global, Kehadiran Indonesia di ASEAN Dikritik

Perhatian Indonesia terhadap Asia Tenggara di Bawah Pemerintahan Prabowo Subianto

Founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menyampaikan kekhawatiran mengenai penurunan perhatian Indonesia terhadap kawasan Asia Tenggara selama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai hal ini berpotensi merugikan posisi strategis Indonesia dalam skala regional.

Menurut Dino, ada persepsi kuat bahwa pemerintah saat ini lebih fokus pada panggung global dibandingkan kawasan ASEAN. Ia menyampaikan pandangan ini dalam video yang diunggah oleh FPCI, Minggu (12/4/2026). Ia menegaskan bahwa perubahan arah ini berbeda dengan tradisi diplomasi Indonesia sebelumnya yang selalu menjadikan ASEAN sebagai prioritas utama.

Minim Kunjungan dan Respons Regional


Dino juga menyoroti minimnya kunjungan Presiden Prabowo ke negara-negara ASEAN. Dari puluhan kunjungan luar negeri, hanya sebagian kecil yang dilakukan ke kawasan Asia Tenggara. Dalam 18 bulan terakhir, Presiden Prabowo telah melakukan 49 kali kunjungan keluar negeri, namun hanya 4 negara ASEAN yang dikunjungi.

Selain itu, ia menilai Indonesia juga kurang responsif terhadap konflik di kawasan, seperti konflik Thailand-Kamboja dan situasi di Myanmar. Pemerintah Indonesia juga tidak memberikan pernyataan apapun, sehingga banyak menimbulkan tanda tanya di kalangan negara-negara ASEAN, ujar Dino.

Risiko bagi Kredibilitas Indonesia


Menurut Dino, kondisi ini memunculkan persepsi bahwa Indonesia mulai menjauh dari ASEAN. Persepsi tersebut, benar atau tidak, dapat berdampak pada kredibilitas Indonesia. Tidaklah mengherankan kalau timbul anggapan bahwa pemerintah Indonesia di era Prabowo cuek bebek terhadap ASEAN, katanya.

Ia menegaskan, ASEAN tetap menjadi kawasan di mana Indonesia memiliki pengaruh paling besar dibandingkan wilayah lain. ASEAN bisa berjalan tanpa Indonesia, tapi ASEAN tidak mungkin kuat tanpa Indonesia, ujarnya.

Momentum KTT ASEAN dan Peran Strategis RI


Dino menilai KTT ASEAN mendatang menjadi momentum penting untuk menunjukkan kembali kepemimpinan Indonesia di kawasan. KTT ASEAN di Cebu bulan Mei mendatang menjadi momen penting untuk menunjukkan bahwa Indonesia is back in ASEAN, katanya.

Ia juga mendorong Indonesia aktif dalam berbagai isu strategis, mulai dari konflik kawasan hingga penyelesaian Code of Conduct Laut China Selatan. Kita harus menjadikan ASEAN benteng ketahanan Asia Tenggara, ujarnya.

Menurut Dino, Indonesia tidak perlu menjadi dominan, tetapi harus menjadi penggerak utama ASEAN. Ia menilai bahwa peran Indonesia sebagai negara besar di kawasan sangat penting dalam menjaga stabilitas dan perdamaian regional.

Dino Djalal: 3 Reality Check Kebijakan Luar Negeri RI, Kurangi Exposure ke Trump
Dino Patti Djalal Dorong Prabowo Kembali Fokus Urus ASEAN Ketimbang Timteng