
Perdebatan Internal The Fed yang Membentuk Keputusan Pemangkasan Suku Bunga
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akhirnya mengambil keputusan untuk menurunkan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) sebesar 25 basis poin, sehingga rentangnya menjadi 3,5–3,75%. Meskipun keputusan ini diumumkan, proses pengambilan keputusan tergolong panjang dan penuh perdebatan. Dalam beberapa tahun terakhir, hal ini merupakan salah satu keputusan yang paling alot.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut laporan yang diterbitkan pada hari Kamis, 11 Desember 2025, tiga anggota The Fed secara terbuka menyatakan ketidaksetujuan terhadap keputusan pemangkasan suku bunga tersebut. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak September 2019, menunjukkan semakin dalamnya perpecahan di dalam tubuh The Fed.
Dua Kubu di Dalam FOMC: Inflasi vs Pasar Tenaga Kerja
Perbedaan pandangan ini muncul dari ketegangan antara dua kubu besar di dalam FOMC. Masing-masing kelompok memiliki alasan yang berbeda dalam mempertahankan atau menurunkan suku bunga:
-
Kubu yang Menolak Pemangkasan Suku Bunga
Kelompok ini mendesak agar suku bunga tetap tinggi, bahkan dinaikkan. Mereka merasa bahwa risiko inflasi masih sangat tinggi untuk dilonggarkan. Kekhawatiran utama mereka adalah potensi inflasi yang bisa meningkat jika kebijakan moneter terlalu cepat dikendurkan. -
Kubu yang Mendukung Pemangkasan Suku Bunga
Sebaliknya, pihak ini berargumen bahwa pasar tenaga kerja AS mulai melemah. Oleh karena itu, penurunan suku bunga diperlukan untuk mendorong aktivitas ekonomi. Mereka percaya bahwa kebijakan yang lebih akomodatif penting untuk menjaga stabilitas lapangan kerja.
Prediksi Ekonom dan Tekanan Data Ekonomi yang Belum Lengkap
Sebelum keputusan resmi diumumkan, banyak ekonom sudah memperkirakan bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga. Survei Reuters menunjukkan bahwa sekitar 80% ekonom memprediksi bahwa suku bunga akan turun ke kisaran 3,50–3,75%.
Namun, perdebatan semakin tajam karena sebagian anggota FOMC merasa data ekonomi saat ini belum lengkap. Hal ini disebabkan oleh government shutdown terpanjang dalam sejarah AS. Ketiadaan data ini membuat sebagian pejabat berhati-hati dalam mengambil keputusan pemangkasan lanjutan.
Pemangkasan Beruntun, tapi Powell Tegaskan Belum Final
Keputusan bulan ini adalah hasil dari pemangkasan sebelumnya sebesar 0,25 poin. Namun, seperti sebelumnya, keputusan ini juga memicu perbedaan pandangan di kalangan pejabat The Fed.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan bahwa keputusan pemangkasan pada Desember mendatang belum merupakan keputusan final. Ia sebelumnya menyampaikan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh The Fed harus tetap berhati-hati dan mempertimbangkan dinamika inflasi serta kinerja pasar tenaga kerja secara menyeluruh.
Tantangan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Dengan situasi yang begitu kompleks, The Fed harus terus memantau perkembangan ekonomi secara cermat. Setiap keputusan yang diambil akan berdampak signifikan baik terhadap inflasi maupun stabilitas pasar tenaga kerja. Di tengah ketidakpastian ini, komunikasi yang jelas dan transparan dari The Fed akan menjadi kunci dalam menjaga keyakinan masyarakat dan pelaku bisnis.