Ford dan Renault Siap Luncurkan Mobil Listrik Murah di Eropa

admin.aiotrade 10 Des 2025 3 menit 34x dilihat
Ford dan Renault Siap Luncurkan Mobil Listrik Murah di Eropa

Kolaborasi Renault dan Ford untuk Menghadapi Persaingan dari Produsen Cina

Perusahaan otomotif besar asal Eropa, Renault dan Ford, mengumumkan kerja sama dalam pengembangan kendaraan listrik kecil dan terjangkau dengan merek Ford. Inisiatif ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya persaingan dari produsen mobil listrik Tiongkok, yang semakin menguasai pasar global.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

CEO Ford, Jim Farley, menyampaikan bahwa perusahaan sedang berjuang untuk bertahan di industri otomotif saat ini. Ia menegaskan bahwa ancaman dari produsen mobil Tiongkok seperti BYD, Changan, dan Xpeng (XPEV) sangat nyata. Dalam wawancara dengan wartawan di Paris, ia mengatakan bahwa kolaborasi ini akan membantu Ford memperkuat posisi di pasar Eropa.

Pengembangan Kendaraan Listrik Kecil

Sebagai bagian dari kemitraan antara Renault dan Ford, kendaraan listrik pertama yang direncanakan akan diproduksi di pabrik Renault di Prancis Utara. Mobil listrik murah ini akan dirancang lebih kecil dibandingkan model yang ditujukan untuk pasar Amerika Serikat. Tujuannya adalah untuk mengisi celah dalam jajaran produk Ford.

Selain itu, kedua perusahaan juga akan bekerja sama dalam mengembangkan van merek Renault dan Ford untuk pasar Eropa. Farley menyebut ini sebagai “kekuatan besar” dalam pengembangan kendaraan komersial ringan (LCV), yang dinilai sangat sulit untuk ditandingi oleh produsen Tiongkok.

Meskipun saat ini hanya sedikit van merek Tiongkok yang dijual di Eropa, Farley mengatakan bahwa Ford dan Renault terus bersaing langsung dengan mereka di pasar negara berkembang. CEO Renault, Francois Provost, menambahkan bahwa produsen Tiongkok akan segera masuk ke pasar Eropa, sehingga penting bagi perusahaan untuk tidak menunda langkah strategis.

Pemangkasan Biaya dan Peningkatan Skala Produksi

Kemitraan ini terbentuk setelah tim Renault mengunjungi kantor pusat Ford di Detroit pada Maret lalu. Meski keduanya tidak berencana untuk bergabung secara penuh, kerja sama ini diharapkan dapat membantu mengurangi biaya produksi dan meningkatkan efisiensi.

Pangsa pasar Ford di Eropa telah menurun hampir setengahnya, dari 6,1% pada tahun 2019 menjadi 3,3% dalam sepuluh bulan pertama tahun ini. Perusahaan juga melakukan restrukturisasi, termasuk pemangkasan jumlah karyawan dan penutupan pabrik di Saarlouis, Jerman.

Di tengah tekanan finansial akibat pengurangan dukungan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, Ford harus menghadapi biaya ganda, yaitu investasi pada model bermesin pembakaran internal dan teknologi kendaraan listrik (EV) baru yang mahal.

Kerja Sama dengan Platform Renault

Penggunaan platform EV Renault dengan desain Ford diharapkan bisa membantu Ford bersaing di pasar mobil listrik Eropa melawan produsen tradisional seperti Volkswagen serta produsen mobil Tiongkok. Sebelumnya, Ford sudah memproduksi dua model EV di Eropa menggunakan platform Volkswagen dan membuat van bersama perusahaan Jerman tersebut. Kemitraan dengan Renault akan melengkapi kemitraan yang sudah ada.

Renault Aktif Mencari Kemitraan

Renault, sebagai produsen mobil utama terkecil di Eropa, tidak menjual kendaraan di Tiongkok atau AS—dua pasar terbesar di dunia. Kemitraan dengan Ford diharapkan dapat meningkatkan skala produksinya dan menurunkan biaya.

Produsen mobil Prancis ini aktif mencari kemitraan untuk memaksimalkan penggunaan pabrik-pabriknya dan mengurangi beban pengembangan kendaraan listrik baru. Pada 2026, Renault akan memproduksi dua kendaraan menggunakan platform dari Geely asal Tiongkok. Perusahaan juga sedang dalam pembicaraan dengan produsen lain, termasuk Chery, untuk bersama-sama memproduksi dan menjual mobil.

Provost dari Renault menyatakan ambisi perusahaan untuk menunjukkan bahwa di Eropa, mereka mampu memproduksi mobil listrik secara kompetitif seperti produsen Tiongkok.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan