
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan memberikan gelar pahlawan nasional tahun 2025 di Istana Negara, Jakarta Pusat, hari ini, Senin (10/11).
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa sejumlah foto tokoh-tokoh penting telah dipajang di ruang tengah Istana. Foto-foto tersebut dibingkai dengan warna cokelat dan ditempatkan menggunakan tiang kayu sebagai penyangga.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Beberapa tokoh yang terpampang antara lain adalah Presiden ke-2 Jenderal Besar Soeharto, Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Marsinah, serta beberapa tokoh lainnya. Tidak ketinggalan, foto mantan Danjen Kopassus Sarwo Edhi Wibowo dan ulama Jawa Timur Syaikhona Cholil juga terlihat di sana.

Sampai saat ini belum ada informasi resmi mengenai nama-nama yang akan dianugerahi gelar pahlawan nasional tahun ini. Namun, Dewan Gelar pernah mengusulkan 49 nama calon pahlawan. Dari jumlah tersebut, setidaknya 10 nama akan diumumkan hari ini untuk menerima gelar tersebut.
Sebelum upacara dimulai, sejumlah tokoh sudah tiba sejak pukul 09.10 WIB. Mereka tampak hadir dalam rangka menyaksikan prosesi penganugerahan gelar pahlawan nasional yang menjadi momen penting bagi bangsa Indonesia.

Salah satu tokoh yang hadir adalah Gubernur Maluku Utara Serly Tjoanda, yang tiba dengan mengenakan pakaian kebaya berwarna krem. Ia menjelaskan bahwa kehadirannya adalah untuk menghadiri acara penganugerahan gelar pahlawan nasional 2025, salah satunya berasal dari Maluku Utara.
"Jadi hari ini adalah penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Sultan Zainal Abidin Syah, Sultan Tidore ke-37. Beliau merupakan tokoh pemersatu Wilayah Papua Barat, Irian Barat pada masa itu ke dalam negara kesatuan Republik Indonesia," kata Serly.

Ia menambahkan bahwa Zainal Abidin Syah adalah gubernur Irian Barat pertama yang ditunjuk langsung oleh Presiden Soekarno pada tahun 1956.
"Beliau juga merupakan gubernur Irian Barat pertama yang ditunjuk langsung oleh Presiden Soekarno pada masa itu di tahun 1956 dan beliau adalah tokoh penting dalam menjaga kesatuan wilayah kedaulatan Indonesia," ujarnya.
Selain Serly Tjoanda, tampak hadir juga Menko PMK Pratikno, Menko Polkam Djamari Chaniago, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani, hingga Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Prosesi penganugerahan gelar pahlawan nasional ini tidak hanya menjadi momen penghormatan terhadap para tokoh yang berjasa bagi bangsa, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap perjuangan mereka dalam memperkuat persatuan dan kesatuan Indonesia.
Dalam acara ini, para tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan diharapkan dapat menjadi teladan bagi generasi muda dalam menjaga semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air.