
Program Studi Akuntansi FPEB UPI Berkontribusi dalam Penguatan Ekonomi Desa
Program Studi Akuntansi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menunjukkan perannya dalam membangun kapasitas ekonomi desa melalui program pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, kerjasama dilakukan antara Program Studi Akuntansi FPEB UPI dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Barat.
Belasan obyek perekenomian di Kabupaten Bandung Barat menjadi tempat kegiatan FPEB UPI dalam pengabdian masyarakat untuk pembangunan ekonomi desa. Kegiatan yang dilaksanakan mencakup pelatihan bidang keuangan, strategi pemasaran, digitalisasi, perencanaan, promosi, dan lainnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Melalui mata kuliah Proyek Konsultansi Program Studi Akuntansi, dosen pengampu mata kuliah seperti Dr. Aristanti Widyaningsih, M.Si dan Rika Nurrizkiana, M.S.Ak serta mahasiswa Program Studi Akuntansi melakukan pendampingan intensif kepada 15 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Bandung Barat selama satu bulan.
Program Dirancang Secara Berkelanjutan
Program ini dirancang sebagai inisiatif berkelanjutan agar BUMDes mampu mandiri secara ekonomi, berdaya saing tinggi, serta menjadi model penerapan akuntabilitas dan keberlanjutan di tingkat lokal. Fokus utamanya adalah penguatan tata kelola, pelaporan keuangan, dan strategi pemasaran BUMDes yang turut berkontribusi pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain:
- Di Desa Bojongkoneng, FPEB UPI melakukan pelatihan bagi BUMDes Baraya Rancage berupa teknis pelaporan keuangan sesuai standar Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta pelatihan digital marketing.
- Di Cibogo, mahasiswa membantu promosi unit usaha gelanggang olahraga untuk menarik penyewa dan mitra baru.
- Di Desa Kayuambon, BUMDes mendapatkan roadmap usaha berbasis SWOT untuk pengembangan bibit kentang dan sayur hidroponik.
- BUMDes Margajaya mendapatkan pendampingan dalam mengembangkan usaha penyewaan tenda untuk mendukung pelaku UMKM lokal.
- Pendampingan juga mencakup pelatihan laporan keuangan dan digital marketing bagi BUMDes Jayagiri, penyusunan Business Model Canvas dan digitalisasi keuangan di BUMDes Sadangmekar, serta optimalisasi tata kelola PAMDes Cihideung melalui pembinaan laporan keuangan dan struktur organisasi.
- Inovasi digital diterapkan di BUMDes Pagerwangi dengan aplikasi AppSheet dan QRIS, sementara fokus di BUMDes Laksanamekar pada peningkatan keterampilan akuntabilitas keuangan untuk memenuhi regulasi baru terkait program ketahanan pangan.
- Pengurus BUMDes dibekali teknik pelaporan yang efisien dan sesuai standar pemerintah. BUMDes Mukti Saluyu mendapat pelatihan akuntansi dan penggunaan aplikasi keuangan, sedangkan BUMDes Pasirhalang Mandiri diperkuat dalam penyusunan laporan laba rugi dan arus kas.
- Di Ciwaruga, pendampingan menata sistem keuangan dan strategi pemasaran, sedangkan di Jambudipa fokus pada pemetaan masalah dan solusi berbasis potensi lokal.
- Terakhir, BUMDes Cigugurgirang dan Kertamulya dibimbing dalam manajemen piutang dan penyusunan laporan keuangan yang transparan.
Manfaat bagi Mahasiswa dan BUMDes
Menurut Dr. Aristanti Widyaningsih, M.Si selaku salah satu dosen pembimbing, menyebutkan, “Program ini tidak hanya bermanfaat bagi BUMDes, tetapi juga memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan komunikasi, analisis bisnis, dan problem solving.”
Dengan kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan desa, diharapkan BUMDes di Kabupaten Bandung Barat dapat tumbuh menjadi penggerak ekonomi lokal yang mandiri dan berdaya saing tinggi.