
Sebuah Tantangan Unik yang Menjadi Simbol Kesetiaan
Bagi sebagian besar penggemar sepak bola, bentuk dukungan kepada klub kesayangan biasanya diwujudkan melalui sorakan di stadion, pembelian merchandise resmi, atau sekadar menonton setiap pertandingan dari rumah. Namun, berbeda dengan Frank Ilet, seorang fans fanatik Manchester United asal Inggris yang kini tinggal di Spanyol. Ia dikenal luas di dunia maya dengan nama "The United Strand", dan kisahnya viral karena nazar unik: tidak akan memotong rambut hingga Manchester United menang lima kali beruntun di semua kompetisi.
Tantangan ini dimulai pada Oktober 2024, saat performa klub berjuluk Setan Merah itu sedang tidak konsisten. Frank Ilet mengaku awalnya hanya ingin membuat lelucon ringan yang bisa menghibur sesama penggemar Manchester United. “Saya pikir itu hanya akan berlangsung beberapa bulan dan akan sedikit lucu,” kata Ilet kepada ESPN. “Itu adalah sesuatu untuk menyebarkan humor kepada para penggemar Man United di masa sulit.”
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Namun, siapa sangka, nazar itu berubah menjadi perjalanan panjang yang kini telah berlangsung lebih dari setahun, membuat rambut Ilet tumbuh lebat dan menjadi simbol kesetiaan luar biasa terhadap klub. Dari Tantangan Lucu Jadi Fenomena Viral, tantangan Frank bukan hanya soal humor atau kesetiaan, tetapi juga mengandung unsur amal. Ia berencana untuk memotong rambutnya di Stadion Old Trafford, markas Manchester United, dan menyumbangkannya ke Little Princess Trust — sebuah lembaga amal di Inggris yang menyediakan wig (rambut palsu) untuk anak-anak yang kehilangan rambut akibat penyakit seperti kanker.
Ilet menjelaskan, “Tujuan saya dengan tantangan ini bukanlah untuk menyoroti kekurangan Man United. Tujuan saya selalu dan akan selalu untuk menyebarkan humor dan kepositifan kepada para penggemar United di masa sulit ini.” Kini, setelah kemenangan terakhir atas Brighton, Setan Merah hanya butuh dua kemenangan lagi — melawan Nottingham Forest dan Tottenham — untuk mengakhiri nazar panjang Frank Ilet.
Insiden yang Mengguncang
Namun perjalanan Frank Ilet tidak selalu berjalan mulus. Ia sempat menjadi korban insiden yang tidak menyenangkan di Old Trafford, stadion kebanggaan Manchester United. Dalam pertandingan melawan Chelsea pada 20 September 2025, Ilet diserang oleh sesama pendukung United. Insiden itu terekam kamera dan menjadi viral di media sosial. “Ya, jujur saja, agak aneh! Awalnya kukira dia cuma bercanda, tapi kemudian dia mulai menjambak rambutku dan memanggilku ‘bajingan cari perhatian’,” kata Ilet menanggapi kejadian itu.
Rekaman tersebut memperlihatkan seorang pria mendekati Ilet dan menjambak rambutnya dengan kasar, sementara beberapa pendukung lain mencoba melerainya. Pihak Kepolisian Greater Manchester segera melakukan penyelidikan, dan menurut laporan Daily Mail, pelaku berhasil diidentifikasi. Klub Manchester United kemudian menjatuhkan larangan tanpa batas waktu kepada pelaku untuk datang ke Old Trafford. “Seharian kemarin penuh dengan ratusan interaksi positif, dan 99 persen reaksi terhadap tantangan ini positif. Tapi, beberapa orang saja bisa merusaknya!” ujar Frank.
Dari Humor ke Harapan
Ilet kini memiliki lebih dari 500.000 pengikut di Instagram. Setiap hari, ia mengunggah pembaruan mengenai jumlah hari sejak terakhir kali memotong rambut. Aktivitas ini telah menjadikannya ikon viral di kalangan penggemar sepak bola dunia, bahkan disebut-sebut sebagai “monumen hidup perjuangan Manchester United.” “Saya mengalami banyak suka duka, dan masalahnya, banyaknya pekerjaan itu menyita banyak waktu saya,” katanya sambil tertawa. “Mencuci, menyisir, mengeringkan, semuanya butuh waktu jauh lebih lama dari biasanya.”
Suasana hati Frank Ilet pun sering mencerminkan performa United. Ketika klub menang, semangatnya meningkat. Namun ketika tim kalah, ia mengaku merasa frustrasi dan lelah dengan nazar yang tak kunjung usai. “Saya berusaha tetap positif, saya berusaha tetap optimis,” ujarnya. “Tapi saat itulah saya merasa tidak bisa menemukan sisi positif dan terus berpura-pura yakin akan terjadi sesuatu.”
Meski sebagian besar penggemar mendukung aksinya, Frank juga menerima kritik dan ejekan dari beberapa pihak yang menganggap tantangannya berlebihan. Namun, ia tetap berpegang pada niat awal: menyebarkan humor dan semangat positif di tengah masa sulit bagi tim. “Tentu saja, saya telah menjadi penggemar Manchester United sepanjang hidup saya dan tujuan saya dengan tantangan ini bukanlah untuk menyoroti kelemahan Manchester United,” ujarnya dalam wawancara dengan Manchester Evening News.
Harapan Belum Padam
Frank Ilet menegaskan, dirinya tetap percaya pada pelatih Ruben Amorim, yang kini memimpin tim setelah era Ten Hag. “Saya rasa mengganti manajer bukanlah solusi yang tepat,” kata Frank Ilet. “Saya sepenuhnya mengerti bahwa orang-orang mengatakan mereka ingin dia keluar karena hal terpenting dalam sepak bola adalah hasil, tapi saya pikir ada beberapa hal positif yang bisa dilihat.”
Setelah kemenangan atas Brighton baru-baru ini, Setan Merah hanya butuh dua kemenangan lagi untuk meraih lima kemenangan beruntun. Selanjutnya adalah Nottingham Forest dan Tottenham — dan kali ini, tekanan bukan hanya pada para pemain, tetapi juga pada penggemar yang sudah merinding itu sendiri.