
Sejarah dan Fungsi Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata
Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata adalah salah satu tempat yang sangat bersejarah di Jakarta. Jika seseorang melintasi Jalan Raya Kalibata, maka tidak akan sulit untuk melihat tanda kebesaran sejarah ini. TMPN Kalibata menjadi salah satu ikon bersejarah yang selalu menarik perhatian masyarakat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berdasarkan catatan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), pembangunan TMPN Kalibata dimulai pada tahun 1953. Tujuannya adalah untuk menggantikan Taman Makam Pahlawan (TMP) Ancol yang semakin penuh dan sempit. Gerbang utama dari TMPN Kalibata dirancang oleh arsitek ternama Frederich Silaban, yang juga pernah merancang Masjid Istiqlal.
Pada tahun 1954, tepatnya dalam peringatan Hari Pahlawan 10 November, TMPN Kalibata diresmikan oleh Presiden Sukarno. Saat itu, sebanyak 121 kerangka jenazah pahlawan telah dipindahkan dari TMP Ancol ke lokasi baru ini. Menurut Asep Kambali, sejarawan sekaligus pendiri Komunitas Historia Indonesia (KHI), tujuan pembangunan ini adalah untuk menciptakan TMP yang lebih megah dan luas.
"Tujuannya adalah membuat TMP yang lebih besar dan lebih megah. Dibangun di Kalibata karena saat itu area tersebut masih sangat lapang dan kosong," ujarnya.
Dulu, para pahlawan nasional dikuburkan di TMP Ancol. Namun, lahan untuk penguburan mulai semakin terbatas. Oleh karena itu, Bung Karno memerintahkan adanya pembangunan TMP baru yang kini dikenal sebagai TMPN Kalibata.
"Sekarang di Ancol sudah tidak ada. Banyak pahlawan yang dipindahkan ke TMPN Kalibata setelah dibangun pada 1953, dan diresmikan pada 1954 saat Hari Pahlawan," tambah Asep.
Makam Pahlawan dan Tokoh Nasional
TMPN Kalibata memiliki fungsi khusus, yaitu untuk memakamkan pahlawan nasional, tokoh militer, serta pejabat tinggi negara yang memenuhi kriteria tertentu. Jumlah makam paling banyak diisi oleh para pejuang kemerdekaan RI, dengan jumlah lebih dari 7.000 makam.
Selain itu, prajurit Kekaisaran Jepang yang membantu perjuangan Indonesia juga turut dimakamkan di tempat ini. Beberapa tokoh dan pahlawan yang dimakamkan di TMPN Kalibata antara lain T.B. Simatupang, Sayuti Melik, A.H. Nasution, Ahmad Yani, John Lie Tjeng Tjoan, Alimin Prawirodirdjo, hingga pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama.
Siapa yang Boleh Dimakamkan di TMPN Kalibata?
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, syarat seseorang berhak dimakamkan di TMPN Kalibata sudah diatur. Syarat tersebut diperjelas dengan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.
Berikut adalah syarat-syarat yang harus dipenuhi:
- Warga negara telah memiliki Gelar Pahlawan Nasional
- Warga negara telah memiliki Bintang Republik Indonesia
- Warga negara telah memiliki Bintang Mahaputera
- Warga negara telah memiliki Bintang Gerilya
Dengan aturan ini, hanya orang-orang yang memiliki prestasi luar biasa dan kontribusi besar terhadap bangsa yang bisa dimakamkan di TMPN Kalibata. Tempat ini menjadi simbol penghargaan dan penghormatan bagi mereka yang berjuang demi kemerdekaan Indonesia.