
Kementerian ESDM Pastikan Operasi Penambangan Freeport Indonesia Kembali Berjalan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memastikan bahwa operasi penambangan konsentrat PT Freeport Indonesia kembali berjalan. Aktivitas produksi di blok Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan telah dibuka setelah sebelumnya dihentikan akibat longsor yang terjadi di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyelesaikan proses evaluasi dan menerbitkan izin operasi untuk dua lokasi tersebut. Meski longsoran tidak secara langsung memengaruhi DMLZ dan Big Gossan, Freeport memilih untuk menghentikan seluruh kegiatan demi menjaga keselamatan pekerja.
“Sekarang blok DMLZ dan Big Gossan sudah beroperasi,” ujar Tri kepada wartawan di kompleks DPR, Kamis, 13 November 2025.
Menurut Tri, produksi dari dua tambang tersebut akan dialirkan ke smelter Freeport di Gresik, Jawa Timur. Fasilitas pengolahan emas ini sempat mengalami kekurangan pasokan setelah seluruh kegiatan penambangan dihentikan sementara waktu.
Ia mengakui bahwa volume produksi dari DMLZ dan Big Gossan belum mencukupi kebutuhan penuh smelter. Namun, hal ini memberikan angin segar bagi keberlanjutan program hilirisasi.
Longsoran di Tambang Bawah Tanah GBC
Longsoran di tambang bawah tanah GBC terjadi pada Senin, 8 September 2025. Insiden ini menewaskan tujuh pekerja dan membuat produksi terhenti hampir satu bulan. Pencarian korban berlangsung selama 27 hari sebelum perusahaan mulai memulihkan operasi secara bertahap.
Freeport memproduksi bijih konsentrat rata-rata pada tahun 2024 mencapai 208.356 ton per hari, yang mencakup tembaga, emas, dan perak. Adapun GBC merupakan kontributor terbesar dengan produksi konsentrat sekitar 133.800 ton per hari atau 64 persen dari total kapasitas. Sementara blok DMLZ memproduksi sekitar 64.900 ton per hari dan Big Gossan sekitar 8.000 ton per hari.
Proses Evaluasi dan Persiapan Operasional
Pihak Kementerian ESDM melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tambang sebelum memberikan izin operasi kembali. Evaluasi ini melibatkan tim ahli yang memastikan semua standar keselamatan dan lingkungan dipenuhi.
Selain itu, Freeport juga melakukan pemeriksaan rutin terhadap infrastruktur tambang untuk memastikan tidak ada risiko yang mengancam keselamatan pekerja. Tindakan pencegahan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan karyawan.
Dampak Ekonomi dan Lingkungan
Kembalinya operasi penambangan di DMLZ dan Big Gossan memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi daerah dan stabilitas pasokan bahan baku industri. Produksi yang kembali normal membantu mempercepat proses hilirisasi sumber daya alam, yang menjadi prioritas pemerintah.
Namun, pihak Kementerian ESDM juga tetap memantau dampak lingkungan dari aktivitas penambangan. Sejumlah langkah mitigasi telah diterapkan, termasuk pemantauan kualitas udara dan air serta pengelolaan limbah secara lebih ketat.
Masa Depan Industri Pertambangan
Kebijakan pemerintah dalam mendukung sektor pertambangan terus berjalan, baik melalui regulasi maupun kerja sama dengan perusahaan. Dengan kembalinya operasi Freeport, diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi industri pertambangan lainnya.
Pemerintah juga berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian agar kegiatan pertambangan dapat berjalan secara berkelanjutan dan aman.