Freeport Kirim 8,5 Ton Emas ke Antam hingga September 2025

admin.aiotrade 22 Okt 2025 2 menit 13x dilihat
Freeport Kirim 8,5 Ton Emas ke Antam hingga September 2025


PT Freeport Indonesia (PTFI) telah melaporkan bahwa hingga September 2025, mereka telah mengirimkan sebanyak 8,5 ton emas kepada PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Pengiriman ini dilakukan sebagai bentuk pemenuhan atas perjanjian jual beli logam emas yang telah ditandatangani antara kedua pihak sejak November 2024 lalu.

Sebelumnya, Freeport dijadwalkan akan mengirimkan 30 ton emas per tahun selama lima tahun dengan kontrak senilai US$ 12,5 miliar atau setara dengan Rp 200 triliun. VP Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati, menyampaikan informasi tersebut kepada aiotrade pada Rabu (22/10/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Selain itu, sejak terjadinya insiden luncuran material basah di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September lalu, PT Freeport Indonesia sementara waktu menghentikan seluruh kegiatan operasional di tambang bawah tanah. Hal ini berdampak pada terhentinya produksi konsentrat. Akibatnya, operasi Smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur, juga harus dihentikan sementara karena tidak menerima pasokan konsentrat dari tambang PTFI.

Katri menjelaskan bahwa saat ini Freeport Indonesia sedang menyesuaikan rencana produksi mereka seiring dengan proses perbaikan dan pemulihan pasca insiden longsor. Mereka bekerja sama dengan Kementerian ESDM serta para ahli pertambangan bawah tanah, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk melakukan investigasi dan evaluasi menyeluruh guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Sementara itu, Direktur Utama PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengevaluasi kemungkinan untuk mengambil konsentrat tembaga dari tambang lain. Ia menyatakan bahwa hal ini sedang dievaluasi dan mungkin akan segera dilakukan dalam waktu dekat meskipun belum sepenuhnya beroperasi.

Tony menjelaskan bahwa saat ini hanya ada dua perusahaan di Indonesia yang dapat memproduksi konsentrat tembaga. Dalam wawancara tersebut, ia menyebutkan potensi pengambilan konsentrat dari PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebagai salah satu alternatif.

Meski begitu, Tony menekankan bahwa pihaknya masih dalam tahap evaluasi sebelum mengambil keputusan lanjutan. Ia menyampaikan bahwa sampai saat ini belum ada keputusan pasti, karena masih dalam proses evaluasi.

  • Sejumlah faktor yang memengaruhi keputusan Freeport dalam mengambil konsentrat dari tambang lain:
  • Evaluasi terhadap kapasitas produksi tambang-tambang lain
  • Ketersediaan pasokan konsentrat yang stabil
  • Proses perbaikan di area tambang GBC yang masih berlangsung

Pihak Freeport tetap berkomitmen untuk memastikan keberlanjutan operasional dan menjaga kualitas produk yang diberikan kepada mitra kerja seperti Antam. Dengan adanya penyesuaian rencana produksi, diharapkan kebutuhan pasar dapat tetap terpenuhi meskipun dalam kondisi yang tidak ideal.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan