
Menteri Perdagangan Berikan Dukungan untuk Ekspor Susu Bubuk dan Kental Manis
Menteri Perdagangan hadir dalam acara pelepasan ekspor susu bubuk dan kental manis dari PT Frisian Flag Indonesia ke Malaysia dan Filipina dengan total nilai sebesar Rp 1,7 miliar. Acara tersebut berlangsung di pabrik Frisian Flag, Cikarang, Jawa Barat, pada Selasa, 30 September 2025. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan menyampaikan bahwa Frisian Flag tidak hanya beroperasi di dalam negeri tetapi juga aktif dalam ekspor. Ia menegaskan bahwa target ekspor perusahaan ini tahun ini adalah sebesar Rp 2 triliun.
Selama acara, Menteri Perdagangan mengatakan bahwa ia telah berdiskusi dengan President Director PT Frisian Flag Indonesia, Gustavo Hildenbrand, terkait rencana perluasan pasar ekspor. Menurutnya, saat ini Frisian Flag masih fokus pada pasar di kawasan ASEAN. Namun, ia berharap perusahaan dapat memperluas ekspornya ke wilayah luar ASEAN. Hal ini didorong oleh beberapa kesepakatan dagang yang baru saja ditandatangani pemerintah, termasuk dengan Uni Eropa dan Kanada.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Menteri Perdagangan, produk susu merupakan salah satu komoditas penting dalam kinerja ekspor negara. Ia menjelaskan bahwa sebanyak 84 persen struktur ekspor pada periode Januari–Juli 2025 berasal dari industri pengolahan, termasuk produk susu. Ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki sektor ini dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, Menteri Perdagangan menyebutkan bahwa Frisian Flag juga berkontribusi dalam penyediaan susu untuk program makan bergizi gratis (MBG). Ia yakin bahwa peningkatan permintaan terhadap produk dalam menu MBG serta fokus pada ekspor akan meningkatkan produksi dan kualitas produk Frisian Flag.
Konsumsi Susu Per Kapita di Indonesia Masih Rendah
Dalam kesempatan yang sama, President Director PT Frisian Flag Indonesia, Gustavo Hildenbrand, menyampaikan bahwa konsumsi susu per kapita di Indonesia mencapai 16 kilogram per tahun. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Ia menilai bahwa hal ini menjadi peluang besar bagi perusahaan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat susu.
Hildenbrand menekankan bahwa Frisian Flag berkomitmen untuk memberikan nutrisi susu yang terjangkau kepada masyarakat Indonesia. Ia percaya bahwa inisiatif ini akan membantu mengatasi masalah gizi buruk dan stunting yang sering dialami oleh anak-anak di berbagai daerah.
Beberapa langkah strategis sedang dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan konsumsi susu di kalangan masyarakat. Termasuk dalam upaya ini adalah edukasi tentang pentingnya asupan nutrisi dan pengembangan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Tantangan dan Peluang di Pasar Ekspor
Meskipun Frisian Flag telah berhasil menembus pasar ASEAN, tantangan tetap ada ketika perusahaan ingin memperluas pasar ke luar kawasan. Pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk memfasilitasi ekspor produk lokal, termasuk pembentukan kesepakatan dagang yang lebih luas. Hal ini diharapkan bisa membuka akses lebih mudah bagi perusahaan-perusahaan seperti Frisian Flag untuk mengekspor produk mereka ke pasar global.
Kemampuan Frisian Flag dalam memenuhi standar internasional juga menjadi faktor penting dalam memperluas pasar ekspor. Dengan kualitas produk yang baik dan harga yang kompetitif, perusahaan memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar global.
Dengan dukungan pemerintah dan komitmen perusahaan, Frisian Flag diharapkan dapat menjadi contoh sukses dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen susu berkualitas di tingkat regional maupun global.