
aiotrade, JAKARTA — PT Futura Energi Global Tbk. (FUTR) melakukan perubahan signifikan dalam struktur kepemimpinan setelah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Senin (10/11/2025). RUPSLB ini dilakukan setelah Aurora Dhana Nusantara atau Ardhantara mengakuisisi saham FUTR. Perubahan ini menandai awal dari era baru bagi perusahaan energi yang kini berada di bawah kepemimpinan baru.
Dalam RUPSLB tersebut, para pemegang saham telah menyetujui pengangkatan mantan Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi (Purn) Sutanto sebagai Komisaris Utama FUTR. Ia menggantikan Khairiansyah Salman yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen. Selain itu, Harry Maryanto Supoyo diangkat sebagai Komisaris, sedangkan Anggara Suryawan ditunjuk sebagai Direktur Utama (CEO).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Anggara Suryawan, Direktur Utama FUTR, menyatakan bahwa kombinasi figur senior dengan integritas tinggi dan profesional pasar modal berpengalaman akan memperkuat posisi FUTR sebagai emiten energi dengan kepemimpinan yang kredibel, independen, dan berorientasi global.
“Kombinasi Sutanto, Supoyo, dan Anggara diyakini akan membawa FUTR ke fase pertumbuhan baru dan dapat menjadi katalis transformasi energi hijau di Indonesia dengan tata kelola dan visi kelas dunia,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Fokus pada Eksplorasi Geothermal
Fokus utama FUTR saat ini tetap pada pengembangan energi geothermal. Proyek ini sudah dimiliki oleh perusahaan dan akan menjadi fondasi utama pertumbuhan ke depan.
Menurut Anggara, reaktivasi eksplorasi geothermal akan mulai dilakukan pada kuartal I/2026. Selain itu, manajemen FUTR juga akan meluncurkan proyek PLTS terapung (floating solar PV) di Bali pada kuartal II/2026.
“Fokus FUTR yang pertama tetap di geotermal karena kami sudah memiliki aset itu. Jadi program pertama adalah reaktivasi eksplorasi geotermal yang akan dimulai di kuartal I/2025. Kami juga akan menunjuk konsultan untuk melakukan studi dan menyusun drilling program,” jelasnya.
Pengembangan Kapasitas Geothermal
Tahap awal eksplorasi geothermal akan dimulai dengan pengembangan kapasitas 30 megawatt di wilayah Purwokerto, Jawa Tengah, dengan estimasi investasi sekitar US$120 juta.
“Proses pengeboran ditargetkan dapat dimulai pada akhir tahun depan, setelah penyusunan studi kelayakan dan persiapan teknis selesai,” tambah Anggara.
Proyek PLTS Terapung di Bali
Selain geothermal, FUTR juga akan mengeksekusi proyek PLTS terapung (floating solar PV) di kawasan Danau Nusa Dua, Bali, yang direncanakan mulai berjalan pada kuartal kedua 2026.
Proyek PLTS Bali ini merupakan pengembangan dari area showcase G20 yang sudah memiliki infrastruktur awal dan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
“PLTS itu relatif lebih cepat, hanya sekitar enam bulan dari persetujuan sampai operasional, karena sifatnya tinggal integrasi ke grid,” jelasnya.
Peluang Dekarbonisasi Berbasis Hutan
FUTR juga membidik peluang dekarbonisasi berbasis hutan (carbon absorbance) di kawasan Indonesia Timur, tepatnya di sekitar Sulawesi, dengan luas lahan mencapai 70.000 hektare. Area tersebut saat ini tengah dalam proses sertifikasi karbon internasional.
Dengan proyek dekarbonisasi ini, FUTR menargetkan untuk mulai masuk ke bursa karbon pada tahun 2027, sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan menuju bisnis energi hijau dan rendah emisi.
“Sekarang sedang dalam tahap sertifikasi, bahkan sudah ada pihak luar negeri yang berminat membeli kredit karbonnya. Tapi kami ingin sebagian tetap dijual di dalam negeri karena banyak perusahaan lokal yang juga wajib membeli,” ungkapnya.
Proyek dalam Tahap Pengembangan
Anggara menjelaskan bahwa seluruh proyek tersebut masih dalam tahap pengembangan sehingga belum akan berkontribusi signifikan terhadap pendapatan tahun depan. Namun, ia optimistis potensi jangka panjangnya akan sangat menguntungkan karena berbasis energi terbarukan tanpa biaya bahan bakar.
“Ke depannya, ini akan menjadi pondasi penting bagi pertumbuhan berkelanjutan FUTR dan mendukung transisi energi nasional,” katanya.
Menurutnya, FUTR ke depan akan fokus pada penguatan portofolio dan penyiapan aset-aset berpendapatan (revenue generating assets) untuk menopang kinerja jangka menengah.