
Perkembangan Inflasi di Denpasar pada November 2025
November 2025 menjadi bulan yang penting bagi masyarakat Denpasar, khususnya karena bertepatan dengan perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Pada momen ini, permintaan terhadap berbagai kebutuhan pokok meningkat, termasuk daging babi dan canang sari. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa komoditas-komoditas tersebut bisa berkontribusi pada inflasi.
Selain itu, Denpasar juga sedang memasuki musim penghujan, yang berpotensi mengganggu pasokan cabai. Cabai adalah salah satu komoditas yang sering menjadi penyumbang inflasi, terutama jika pasokannya terganggu oleh cuaca buruk.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kabag Perekonomian Setda Kota Denpasar, I Wayan Putra Sarjana, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah operasi pasar dan pasar murah, yang bertujuan untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan pasokan yang cukup untuk masyarakat.
Pihaknya juga melakukan survei ke distributor serta gudang Bulog guna memantau kondisi pasokan secara langsung. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat mengurangi risiko inflasi yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kebutuhan masyarakat pada momen tertentu atau gangguan cuaca.
Data Inflasi dan Deflasi di Denpasar
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Denpasar, pada Oktober 2025, Kota Denpasar mengalami deflasi sebesar 0,02 persen secara bulanan (mtm). Namun, secara tahunan (yoy), Denpasar Bali mengalami inflasi sebesar 3,29 persen.
Beberapa komoditas dominan memberikan andil dalam deflasi bulanan pada Oktober 2025. Antara lain, beras, daging ayam ras, tomat, bawang merah, pepaya, semangka, udang basah, rampela hati ayam, bayam, buah naga, mangga, tongkol diawetkan, susu cair kemasan, dan pisang.
Sementara itu, beberapa komoditas lain memberikan andil dalam inflasi bulanan, seperti emas perhiasan, sawi hijau, cabai merah, upah asisten rumah tangga, angkutan udara, wortel, air kemasan, roti tawar, sewa rumah, ikan teri, jeruk, brokoli, buncis, dan pakcoy.
Dalam konteks inflasi tahunan, beberapa komoditas dominan memberikan andil, antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, biaya pendidikan SMA, beras, sewa rumah, kopi bubuk, pepaya, cabai merah, minyak goreng, air kemasan, Sigaret Putih Mesin (SPM), pepes, upah asisten rumah tangga, bawang merah, biaya bimbingan belajar, tongkol diawetkan, kontrak rumah, sawi hijau, iuran pembuangan sampah, dan vitamin.
Upaya Pemerintah dalam Mengendalikan Inflasi
Untuk menjaga stabilitas ekonomi, pemerintah setempat terus memantau perkembangan inflasi melalui berbagai survei dan operasi pasar. Langkah-langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Selain itu, kerja sama dengan pelaku usaha dan distributor juga sangat penting. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan dapat menghindari lonjakan harga yang tidak terkendali.
Tantangan di Masa Mendatang
Meski saat ini inflasi masih terkendali, pihak terkait tetap waspada terhadap potensi peningkatan inflasi akibat faktor-faktor seperti perayaan hari besar atau perubahan iklim. Oleh karena itu, diperlukan strategi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.
Dengan berbagai upaya yang sudah dilakukan, diharapkan Denpasar dapat tetap menjaga pertumbuhan ekonomi yang sehat dan stabil, meskipun menghadapi tantangan-tantangan yang muncul di setiap bulannya.