
Banyak pengguna internet masih menggunakan alamat email lama yang dibuat saat masa sekolah atau remaja. Nama akun yang terdengar kurang profesional ini sering menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama ketika digunakan untuk keperluan kerja atau komunikasi formal. Sebelumnya, solusi yang tersedia hanyalah membuat akun Gmail baru dari awal.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kabar baiknya, Google mulai meluncurkan opsi yang memungkinkan pengguna Gmail mengganti alamat email tanpa harus membuat akun Gmail baru. Dengan fitur ini, pengguna dapat mengubah alamat email sekaligus mempertahankan seluruh data penting yang tersimpan di akun lama.
Fitur Penggantian Alamat Email
Fitur baru ini pertama kali diketahui lewat pembaruan pada halaman dukungan Google. Menariknya, pembaruan tersebut saat ini hanya tersedia dalam versi bahasa Hindi.
Kemungkinan besar, fitur penggantian alamat Gmail akan dimulai di India sebelum diperluas ke wilayah lain secara bertahap. Hingga kini, halaman bantuan Google dalam bahasa lain belum memuat informasi serupa. Meski demikian, Google belum memberikan penjelasan resmi mengenai negara mana yang akan pertama kali mendapatkan fitur ini.
Keuntungan dan Fungsi Utama
Kebijakan baru ini tetap mempertahankan alamat email lama sebagai alias. Dengan demikian, alamat lama tidak dihapus meskipun pengguna telah mengganti alamat utama. Semua email yang dikirim ke alamat lama tetap akan masuk ke kotak masuk yang sama.
Selain itu, alamat email lama maupun baru tetap dapat digunakan untuk masuk ke layanan Google lainnya seperti Drive, Maps, dan YouTube. Integrasi ekosistem Google pun tetap berjalan tanpa gangguan.
Kemudahan Tanpa Transfer Data Manual
Sebelum kebijakan ini hadir, pengguna yang ingin memiliki alamat Gmail baru wajib membuat akun Gmail baru terlebih dahulu. Proses tersebut menuntut pemindahan data secara manual, yang kerap dianggap rumit dan berisiko.
Pemindahan email, foto, dan dokumen berpotensi mengganggu koneksi dengan aplikasi pihak ketiga. Hal inilah yang mendorong Google menghadirkan solusi yang lebih praktis dan aman.
Menurut laporan 9To5Google, fitur ini memungkinkan pengguna mengganti alamat lama dengan alamat baru yang tetap berakhiran @gmail.com. Seluruh data seperti foto, pesan, dan dokumen tetap aman tanpa perlu membuat akun Gmail ulang. Seluruh arsip, termasuk email lama dan file di Google Drive, tetap dapat diakses seperti biasa.
Berdasarkan terjemahan Google dari halaman dukungan berbahasa Hindi, alamat email akun Google lama juga dapat digunakan kembali kapan saja. Namun, alamat tersebut tidak dapat dipakai untuk membuat akun Gmail baru yang terpisah.
Batasan Jumlah dan Waktu Penggantian
Meskipun memberikan kemudahan penggantian nama, Google tetap menerapkan aturan yang ketat. Akun yang telah mengganti alamat Gmail tidak dapat mengubah atau menghapus alamat baru selama 12 bulan ke depan.
Selain itu, setiap akun Google hanya diperbolehkan mengganti alamat @gmail.com maksimal tiga kali. Dengan batasan tersebut, total alamat yang tercatat dalam satu akun dibatasi hingga empat alamat berbeda.
Fitur penggantian alamat ini tampaknya hanya tersedia untuk akun Google pribadi dengan akhiran @gmail.com. Akun yang dikelola oleh kantor, sekolah, atau organisasi melalui Google Workspace kemungkinan tidak mendapatkan akses. Aturan ini diterapkan untuk mencegah penyalahgunaan fitur, sehingga pengguna perlu mempertimbangkan secara matang sebelum mengganti alamat dan akhirnya tetap harus membuat akun Gmail baru di kemudian hari.
Dinilai Agak Tertinggal Dibandingkan Pesaing
Proses penggantian alamat nantinya dapat dilakukan melalui menu pengaturan akun. Pengguna dapat masuk ke halaman My Account, memilih menu Personal info, lalu menuju bagian Email. Jika fitur sudah tersedia, opsi untuk mengedit alamat email akan muncul di samping nama pengguna.
Namun, hingga kini fitur tersebut masih diluncurkan secara bertahap dan belum tersedia secara global. Langkah Google ini dinilai agak tertinggal dibandingkan penyedia layanan email lain seperti Yahoo dan Outlook. Meski demikian, pembaruan ini tetap menjadi angin segar bagi pengguna yang ingin merapikan identitas digital tanpa harus membuat akun Gmail baru.
Komentar
Kirim Komentar