Garuda (GIAA) Gelar RUPSLB Hari Ini Bahas Suntikan Modal Danantara Rp23,67 Triliun

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 30x dilihat
Garuda (GIAA) Gelar RUPSLB Hari Ini Bahas Suntikan Modal Danantara Rp23,67 Triliun

Garuda Indonesia Gelar RUPSLB untuk Penambahan Modal

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari ini, Rabu (12/11/2025), untuk meminta persetujuan atas rencana penambahan modal dengan skema private placement senilai Rp23,67 triliun. RUPSLB ini akan dilaksanakan di Ruang Auditorium Gedung Manajemen Garuda, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, pada pukul 14.00 WIB.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam RUPSLB tersebut, terdapat empat mata acara yang akan dibahas:

  • Pertama, persetujuan atas peningkatan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor perseroan sehubungan dengan penerbitan saham baru melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Mata acara ini merupakan tindak lanjut dari keputusan RUPSLB pada 30 Juni 2025 mengenai persetujuan rancangan restrukturisasi dalam rangka penyehatan perseroan.

  • Kedua, persetujuan pengalihan kekayaan perseroan yang merupakan lebih dari 50% jumlah kekayaan bersih perseroan. Langkah pengalihan kekayaan dilakukan dengan pemindahtanganan dan penghapusbukuan aset berupa pesawat, aset unused pesawat, serta low value asset (LVA) dan unit load device (ULD).

  • Ketiga, persetujuan pelimpahan kewenangan terkait pengalihan kekayaan perseroan, yang merupakan lebih dari 50% jumlah kekayaan bersih perseroan.

  • Keempat, persetujuan atas rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) GIAA.

Rencana Penambahan Modal Melalui Private Placement

Garuda telah menyampaikan rancangan terbaru aksi korporasi tersebut dalam keterbukaan informasi, Selasa (11/11/2025). Dalam dokumen tersebut, GIAA menyampaikan rencana penerbitan 315,61 miliar saham baru seri D dengan nilai Rp75 per saham melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

PT Danantara Asset Management (Persero) akan menyerap saham baru yang diterbitkan GIAA melalui dua skema:

  • Setoran modal dalam bentuk modal tunai senilai Rp17,02 triliun.
  • Konversi pinjaman pemegang saham (shareholder loan/SHL) sebesar Rp6,65 triliun.

Dana hasil pelaksanaan PMTHMETD adalah sebesar Rp23.670.819.000.000 (Rp23,67 triliun).

Penggunaan Dana Hasil Penambahan Modal

Adapun, dana hasil pelaksanaan PMTHMETD seluruhnya akan digunakan Garuda Indonesia untuk mendukung keberlangsungan usaha dan memperbaiki posisi keuangan perseroan. Perinciannya sebagai berikut:

  • Sebesar 36,78% atau setara dengan Rp8,7 triliun akan digunakan oleh GIAA untuk modal kerja dan operasional perseroan, yang meliputi pembayaran biaya perawatan dan perbaikan pesawat. Perawatan dan perbaikan pesawat akan dilakukan oleh PT Garuda Maintenance Facility Tbk. (GMFI) atau MRO lainnya.

  • Selanjutnya, sebesar 63,22% atau setara Rp14,96 triliun untuk peningkatan modal kepada Citilink, melalui konversi pinjaman pemegang saham menjadi modal serta setoran modal tunai.

"Penggunaan dana hasil PMTHMETD ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perbaikan posisi keuangan perseroan, meningkatkan ekuitas, memperkuat struktur permodalan, serta mendukung keberlanjutan usaha GIAA dan entitas anak di masa yang akan datang," tulis manajemen Garuda.

Strategi Restrukturisasi dan Target Kinerja Keuangan

Sebagai bagian dari implementasi strategi restrukturisasi penyehatan, GIAA menargetkan terjadi perbaikan kinerja keuangan dan operasional secara menyeluruh. Dari sisi pendanaan atas maintenance armada, Garuda Indonesia Group menargetkan peningkatan jumlah armada serviceable secara bertahap.

"Dengan dukungan rencana pendanaan tersebut, Garuda Indonesia Group menargetkan pencapaian operating revenue tumbuh dengan CAGR hingga 19,9% selama periode 2025-2029."

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan