
Pemegang Saham Pengendali Tetap Berada di Tangan Garuda Indonesia
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tetap menjadi pemegang saham pengendali PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk, meskipun porsi kepemilikannya mengalami penurunan akibat rights issue. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada perubahan dalam struktur kepemilikan saham, kontrol terhadap perusahaan tetap berada di tangan Garuda Indonesia.
Rencana Penambahan Modal dan Rights Issue
GMF AeroAsia menyetujui rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu hingga 124,27 miliar lembar saham Seri B dengan nilai nominal Rp 25 per lembar. Dalam aksi korporasi ini, PT Angkasa Pura Indonesia akan melakukan penyetoran modal non-tunai berupa lahan seluas sekitar 972.123 meter persegi di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan nilai sekitar Rp 5,66 triliun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sebelum rights issue, Garuda Indonesia memiliki 66,96 persen saham Seri A dan 24,2 persen saham Seri B. Setelah proses selesai, kepemilikan Garuda turun menjadi 15,54 persen untuk saham Seri A dan 5,61 persen untuk saham Seri B.
Alasan dan Mekanisme Pengendalian Tetap
Direktur Utama GMF AeroAsia, Andi Fahrurrozi, menyampaikan bahwa rights issue dan inbreng lahan merupakan bagian dari restrukturisasi permodalan serta integrasi ekosistem layanan pemeliharaan pesawat di bawah sinergi Garuda Group dan Angkasa Pura Indonesia.
Pernyataan resmi perusahaan menyebutkan: “Dengan memiliki aset strategis dan struktur permodalan yang lebih kuat, GMFI siap memperluas kapasitas bisnis, memperkuat kemandirian operasional, serta memperkokoh posisinya sebagai MRO terintegrasi yang andal di tingkat global.”
Konsolidasi Keuangan dan Kontrol Operasional
GMF AeroAsia juga menyampaikan bahwa laporan keuangannya tetap dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Garuda Indonesia, menandakan bahwa kontrol operasional dan keuangan tetap berada dalam grup. Meskipun kepemilikan Garuda Indonesia terdilusi secara signifikan, perusahaan tetap mempertahankan posisi sebagai pemegang saham pengendali GMF AeroAsia melalui konsolidasi keuangan dan mekanisme tata kelola yang berlaku.
Proses Restrukturisasi Permodalan
Rights issue ini diproyeksikan memperbaiki struktur permodalan GMF AeroAsia, termasuk peningkatan ekuitas dari posisi negatif menjadi lebih sehat. Aksi korporasi tersebut telah mendapatkan persetujuan melalui RUPSLB pada Jumat, 24 Oktober 2025.
Pentingnya Sinergi dalam Ekosistem Layanan Pemeliharaan Pesawat
Restrukturisasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan pemeliharaan pesawat. Dengan adanya sinergi antara Garuda Group dan Angkasa Pura Indonesia, GMF AeroAsia dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) terkemuka di kawasan Asia Pasifik.
Kesimpulan
Meskipun terjadi penurunan kepemilikan saham, Garuda Indonesia tetap menjaga kontrol atas GMF AeroAsia melalui mekanisme konsolidasi dan tata kelola yang baik. Proses restrukturisasi permodalan ini diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan dalam industri penerbangan dan memastikan kelangsungan bisnis jangka panjang.