
Presiden Prabowo Subianto kembali menyampaikan rencana ambisiusnya dalam menciptakan mobil nasional. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia akan memiliki mobil yang dihasilkan oleh masyarakat dalam negeri dalam waktu tiga tahun ke depan.
Belum merupakan prestasi, tapi kita sudah mulai rintis. Kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam 3 tahun yang akan datang, ujarnya saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Rencana ini membangkitkan ingatan akan sejarah pengembangan mobil nasional di Indonesia. Berikut adalah beberapa mobil nasional yang pernah eksis di industri otomotif Tanah Air.
Timor

Mobil sedan Timor menjadi salah satu program mobil nasional yang paling dikenal. PT Timor Putra Nasional (PTN) didirikan oleh Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) dan meluncurkan mobil pertamanya bernama Timor S515i.
Mobil ini diketahui hasil dari rebranding Kia Sephia. Harganya terjangkau dibanding mobil pada masa itu, yaitu sekitar Rp 35,7 juta saat peluncuran perdana. Masyarakat sempat bercanda dengan istilah Timor sebagai akronim dari Titisan Mobil Rakyat.
Bimantara

Bambang Trihatmodjo juga turut menggarap bisnis mobil nasional. Ia meluncurkan merek Bimantara yang berada di bawah PT Bimantara Cakra Nusantara.
Produk yang dijual adalah sedan Hyundai Elantra dan Hyundai Accent. Produksi dimulai sejak tahun 1995 dengan target produksi 10 ribu unit per tahun.
Maleo

B.J. Habibie juga tidak ketinggalan dalam pengembangan mobil nasional. Bersama Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS), ia mengusulkan proyek mobil nasional bernama Maleo, yang merujuk pada satwa endemik Sulawesi.
Maleo direncanakan menggunakan mesin 2-tak 1.200 cc dari Orbital Engine Company asal Australia. Harganya diharapkan terjangkau, sekitar Rp 25 juta. Namun, proyek ini terpaksa dihentikan pada 1998 tanpa kesempatan untuk terealisasi.
Tucuxi

Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan pernah mencanangkan mobil listrik purwarupa bernama Tucuxi pada 2004. Bodi kendaraan ini dirancang oleh rumah modifikasi Kupu-kupu Malam Auto Fashion di Sleman, Yogyakarta.
Sektor mesin mengandalkan motor listrik berkekuatan 268 dk dengan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP). Dalam kondisi penuh, baterai tersebut mampu melajukan mobil sejauh 321 kilometer.
Sayangnya, mobil ini rusak parah akibat kecelakaan saat dikendarai Dahlan Iskan di Magetan, Jawa Tengah.
Esemka

Esemka menjadi simbol mobil nasional yang sangat terkait dengan ranah politik. Mobil ini diperkenalkan pertama kali pada 2012 oleh Walikota Surakarta saat itu, Joko Widodo.
Setelah itu, Esemka menghilang seiring perjalanan Jokowi menjadi Gubernur Jakarta hingga Presiden Republik Indonesia. Terakhir, Esemka Bima muncul di pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 silam.
Tanggapan Pengamat
Pengamat otomotif sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Pasaribu menilai, keinginan Presiden Prabowo dalam menciptakan mobil nasional perlu disertai komitmen eksekusi yang menyeluruh.
Keberhasilan ini (mobil nasional) akan ditentukan oleh eksekusi bertahap mulai dari mengokohkan sasis, bodi, elektronik, dan menyiapkan jejaring supply chain (komponen) yang handal untuk semua parts serta mempersiapkan industri di dalam negeri, ujarnya kepada aiotrade, Rabu (22/10/2025).
Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan guna menjaga kelancaran realisasi proyek mobil nasional. Mulai dari pembentukan institusi khusus hingga menyiapkan industri pendukung.
Demi sustainability-nya, pemerintah harus memperhatikan beberapa aspek spesifik terintegrasi, mulai dari adanya satu institusi yang profesional untuk mengkoordinasikan seluruh pembangunan ekosistem industri hijau, sambungnya.
Penguatan rantai pasok komponen inti dari industri parts domestik, agar mengurangi ketergantungan impor dan mendukung pertumbuhan ekonomi dalam negeri, jelas Yannes.
