
Gebyar Budaya Deli Serdang 2025 Menjadi Puncak Kebudayaan dan Ekonomi Lokal
Gebyar Budaya Deli Serdang 2025 menjadi perhelatan yang sangat dinantikan selama kepemimpinan Bupati, dr H Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo SS. Acara ini diadakan di Lapangan Kata Bima, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Jumat malam (14/11/2025), dan disesaki oleh ribuan orang. Acara ini menampilkan berbagai kesenian dari etnis-etnis yang ada di Deli Serdang.
Bupati mengatakan bahwa acara ini merupakan gebyar budaya pertama di era kepemimpinannya bersama Wakil Bupati. Ia menyampaikan bahwa acara ini dipersembahkan untuk seluruh insan seni dan budaya di Deli Serdang. Selain tarian dan pertunjukan seni, acara ini juga diramaikan dengan kehadiran stand kuliner dan kerajinan yang bertujuan untuk menggeliatkan ekonomi masyarakat lokal.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Seluruh pengisi acara dalam gebyar budaya ini adalah putra-putri terbaik Deli Serdang. Pelaksanaan gebyar ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi pelaku UMKM. Bupati berharap tahun depan acara ini kembali digelar dengan lebih meriah, tidak hanya dipadati pengunjung, tetapi juga ramai UMKM. Semoga teman-teman UMKM dapat terbantu, mendapatkan tambahan pemasukan, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Deli Serdang.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Deli Serdang, Yudi Hilmawan SE MM menjelaskan bahwa tujuan digelarnya gebyar budaya ini adalah untuk melestarikan seni dan budaya di Deli Serdang. Deli Serdang adalah kabupaten besar yang sejak lama didiami berbagai suku dan membentuk identitas etnis masing-masing.
Menurut Yudi, pelaksanaan gebyar budaya selaras dengan visi Sehat Masyarakat melalui program Event Olahraga, Seni Budaya dan Keagamaan (Evoria), yang membuka ruang inovasi dan kreativitas bagi talenta-talenta lokal. Ia memilih Kecamatan Percut Sei Tuan karena wilayah ini merupakan yang terpadat di Deli Serdang.
Selain tarian etnis budaya, acara semakin semarak dengan kehadiran bintang tamu Roy Purba dan Wannabe, yang sukses menghibur penonton hingga akhir kegiatan.
Berbagai Aktivitas dalam Gebyar Budaya Deli Serdang 2025
-
Pertunjukan Seni dan Budaya
Acara ini menampilkan berbagai kesenian dari etnis-etnis di Deli Serdang. Setiap pertunjukan mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi yang telah lama dijaga oleh masyarakat setempat. -
Stand Kuliner dan Kerajinan
Para pengunjung dapat menikmati berbagai hidangan khas Deli Serdang serta membeli produk kerajinan lokal. Hal ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat. -
Partisipasi UMKM
Pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka kepada publik. Ini menjadi momentum penting untuk memperluas jaringan dan meningkatkan penjualan. -
Keberadaan Bintang Tamu
Kehadiran Roy Purba dan Wannabe menambah semarak acara. Mereka memberikan hiburan yang menyenangkan dan membuat suasana lebih meriah.
Visi dan Tujuan Gebyar Budaya
-
Melestarikan Budaya Lokal
Gebyar Budaya Deli Serdang 2025 bertujuan untuk menjaga dan melestarikan seni dan budaya yang ada di wilayah tersebut. -
Meningkatkan Ekonomi Masyarakat
Dengan adanya stand kuliner dan kerajinan, acara ini menjadi sarana untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. -
Mendorong Kreativitas dan Inovasi
Program Evoria yang dijalankan oleh pemerintah daerah membuka ruang bagi talenta lokal untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi mereka. -
Membangun Identitas Budaya
Deli Serdang memiliki berbagai suku yang berkontribusi pada identitas budaya yang kaya dan beragam.
Kesimpulan
Gebyar Budaya Deli Serdang 2025 berhasil menjadi ajang yang memadukan antara seni, budaya, dan ekonomi. Acara ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan budaya sambil sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, acara ini menjadi contoh yang baik dalam membangun kebersamaan dan kebhinekaan.